NEWSTICKER

Tag Result: melawan lupa

Riwayat Daerah Istimewa Yogyakarta (3)

Riwayat Daerah Istimewa Yogyakarta (3)

Melawan Lupa • 2 months ago melawan lupa

Status "Daerah Istimewa" yang disandang wilayah Yogyakarta memiliki jejak sejarah yang panjang, termasuk jejak keterlibatan besar Kesultanan Yogyakarta dalam mempertahankan NKRI. 

Riwayat Daerah Istimewa Yogyakarta (2)

Riwayat Daerah Istimewa Yogyakarta (2)

Melawan Lupa • 2 months ago melawan lupa

Status "Daerah Istimewa" yang disandang wilayah Yogyakarta memiliki jejak sejarah yang panjang, termasuk jejak keterlibatan besar Kesultanan Yogyakarta dalam mempertahankan NKRI. 

Kemuliaan-kemuliaan KHR As'ad Syamsul Arifin (3)

Kemuliaan-kemuliaan KHR As'ad Syamsul Arifin (3)

Melawan Lupa • 3 years ago melawan lupa

Keterlibatan ulama dalam perjuangan kemerdekaan dan pemberdayaan masyarakat, telah banyak tercatat dalam lintasan sejarah Indonesia. Kiai As’ad Syamsul Arifin adalah penyampai pesan atau isyaroh, dari Kiai Kholil Bangkalan untik Kiai Haji Hasyim Asy’ari, sebagai bentuk dukungan Kiai Kholil bagi gagasan pendirian Jam’iyah Nahdlatul Ulama atau NU pada tahun 1926.

Kemuliaan-kemuliaan KHR As'ad Syamsul Arifin (2)

Kemuliaan-kemuliaan KHR As'ad Syamsul Arifin (2)

Melawan Lupa • 3 years ago melawan lupa

Keterlibatan ulama dalam perjuangan kemerdekaan dan pemberdayaan masyarakat, telah banyak tercatat dalam lintasan sejarah Indonesia. Kiai As’ad Syamsul Arifin adalah penyampai pesan atau isyaroh, dari Kiai Kholil Bangkalan untik Kiai Haji Hasyim Asy’ari, sebagai bentuk dukungan Kiai Kholil bagi gagasan pendirian Jam’iyah Nahdlatul Ulama atau NU pada tahun 1926.

Kemuliaan-kemuliaan KHR As'ad Syamsul Arifin (1)

Kemuliaan-kemuliaan KHR As'ad Syamsul Arifin (1)

Melawan Lupa • 3 years ago melawan lupa

Keterlibatan ulama dalam perjuangan kemerdekaan dan pemberdayaan masyarakat, telah banyak tercatat dalam lintasan sejarah Indonesia. Kiai As’ad Syamsul Arifin adalah penyampai pesan atau isyaroh, dari Kiai Kholil Bangkalan untik Kiai Haji Hasyim Asy’ari, sebagai bentuk dukungan Kiai Kholil bagi gagasan pendirian Jam’iyah Nahdlatul Ulama atau NU pada tahun 1926.