NEWSTICKER

Tag Result: brigadir j

Bantah Kesaksian Adzan Romer, Rekaman CCTV Perlihatkan Sambo Tak Pakai Sarung Tangan

Bantah Kesaksian Adzan Romer, Rekaman CCTV Perlihatkan Sambo Tak Pakai Sarung Tangan

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Dari persidangan sebelumnya, Adzan Romer memberikan kesaksian bahwa dirinya melihat Ferdy Sambo mengenakan sarung tangan. Hal ini dibantah oleh Kuasa Hukum Ferdy Sambo Arman Hanis mengungkapkan, pernyataan dari keterangan saksi Adzan Romer tidak benar.

Menurut Arman, dari hasil rekaman CCTV di pos satpam Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, terdakwa Ferdy Sambo tidak menggunakan sarung tangan.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU, Adzan Romer disebut melihat Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan berwarna hitam saat turun dari mobil menuju rumah dinas di Kompleks Duren Tiga. Ferdy Sambo tiba pukul 17.10 WIB di rumah dinas Jalan Duren Tiga dan bergegas turun. Ketika itu, senjata api yang dibawa Ferdy Sambo terjatuh di dekatnya.

Senjata api itu adalah milik korban Nofriansyah Yosua Hutabarat, HS Nomor seri H233001. Lalu, melihat Ferdy Sambo menjatuhkan senjata api, saksi Adzan Romer hendak mengambil tetapi dicegah oleh Ferdy Sambo.

Ridwan Soplanit Diminta Ferdy Sambo Agar Kasus Brigadir J Tak Dibuat Ramai

Ridwan Soplanit Diminta Ferdy Sambo Agar Kasus Brigadir J Tak Dibuat Ramai

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, mengungkapkan kalimat tekanan yang disampaikan Ferdy Sambo kepadanya. Dalam keterangannya, terdakwa Ferdy Sambo meminta Ridwan tidak meramaikan peristiwa kematian Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Setelah sudah masuk di area TKP, Pak Sambo menyampaikan mendapat info tembak-menembak, dia sambil berjalan di atas itu Richard, yang lagi tengkurap itu Yosua, kejadian itu karena Yosua melakukan pelecehan. Kemudian saat itu saya motong pembicaraan, izin, Jenderal, saya harus melaporkan pimpinan saya," kata Ridwan ketika bersaksi di PN Jaksel, Selasa (29/11/2022). 

Hakim kemudian menyampaikan pertanyaan mengenai adanya tekanan dari Sambo kepada Ridwan dalam pengusutan kasus tersebut yang dibenarkan oleh Ridwan. Ridwan menyebut, Ferdy Sambo menginstruksikan untuk tidak membuat ramai kasus tersebut.

“Pada saat saya melaporkan pimpinan saya dan olah TKP, Pak Sambo sempat menyampaikan silakan kamu laporan tapi jangan dibuat ramai, penekanannya seperti itu,” jelas Ridwan.

Rifraizal Samual Sebut Ferdy Sambo Larang Pasang Garis Polisi di Luar Rumahnya

Rifraizal Samual Sebut Ferdy Sambo Larang Pasang Garis Polisi di Luar Rumahnya

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Saksi Rifraizal Samual menyebut, saat olah TKP pihaknya mengamankan barang bukti berupa 10 selongsong peluru dan tiga proyektil peluru. Saksi juga menyebut saat olah TKP, Kasat Reskrim melarang pemasangan garis polisi di luar rumah Komplek Polri Duren Tiga atas perintah terdakwa Ferdy Sambo.

"Saat melaksanakan olah TKP seperti biasa tim identifikasi kami melaksanakan pemotretan bagian-bagian rumah kemudian kita melihat banyak serpihan atau pecahan-pecahan yang ada di dalam rumah," urai Saksi atau Kasubnit 1 Reskrimum Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rifraizal Samual, Selasa (29/11/2022). 

Pakar: Keterangan Saksi Membuktikan Adanya Tekanan Perintah Sambo

Pakar: Keterangan Saksi Membuktikan Adanya Tekanan Perintah Sambo

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan mengatakan, keterangan saksi di sidang lanjutan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati hari ini, Selasa (29/11/2022), lebih banyak membuktikan soal adanya tekanan yang diterima saksi.

"Kejanggalan yang baru saja didengarkan itu luka tersebut ditutup dengan masker, ternyata itu tembus peluru yang sebenernya ditembak dari belakang ke depan dan kenapa harus make masker padahal itu jenazah," ujar Pakar Hukum Pidana, Asep Iwan Iriawan.

Asep menyebut, para saksi tidak berani melawan karena tekanan ataupun perintah jabatan. Ia menambahkan, seharusnya sebagai penyidik yang bebas seharusnya kejanggalan-kejanggalan itu dinyatakan bahwa tembak-menembak.

Bripka Danu Beberkan Kejanggalan saat Olah TKP Pembunuhan Brigadir J

Bripka Danu Beberkan Kejanggalan saat Olah TKP Pembunuhan Brigadir J

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Anggota Unit Identifikasi Satreskrim Polres Jaksel Danu Fajar mengatakan, pihaknya merasa diawasi dan tidak bebas dalam melakukan olah TKP usai terbunuhnya Brigadir J. Ia menyebut, menemukan 10 selongsong, tiga proyektil dan empat serpihan.

"Untuk pemeriksaan, saya temukan satu lubang di dada, luka robek di kelingking sebelah kiri dan jari manis sebelah kiri serta hidung dan bibir sebelah kiri," ujar Anggota Unit Identifikasi Satreskrim Polres Jaksel, Danu Fajar.

Kejanggalan pertama saat Danu melakukan olah TKP, yakni jenazah menggunakan masker karena tidak mengetahui identitas korban dan mengira bahwa korban meninggal karena sakit.

Ridwan Soplanit Tanya ke Ferdy Sambo: Kenapa Kami Dikorbankan di Masalah Ini?

Ridwan Soplanit Tanya ke Ferdy Sambo: Kenapa Kami Dikorbankan di Masalah Ini?

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit yang menjadi saksi sidang terdakwa Sambo dan Putri meminta kesempatan kepada hakim untuk bisa bertanya kepada Ferdy Sambo. Ridwan bertanya kepada Ferdy Sambo mengapa dirinya dan sejumlah anggota kepolisian dikorbankan dalam kasus ini.

"Kenapa kami harus dikorbankan dalam masalah ini?," kata Ridwan Soplanit saat di dalam persidangan lanjutan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Sebelumnya, diketahui AKBP Ridwan Soplanit dijatuhkan sanksi oleh komisi kode etik Polri berupa hukuman demosi selama delapan tahun akibat kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Kejanggalan di TKP Rumah Sambo, Posisi Pistol di Kiri Padahal Brigadir J Tidak Kidal

Kejanggalan di TKP Rumah Sambo, Posisi Pistol di Kiri Padahal Brigadir J Tidak Kidal

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Mantan Kanit 1 SatReskrim Polres Metro Jakarta Selatan Rifaizal Samual menjadi saksi dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Usai olah TKP dan mengintrogasi Richard Eliezer, Rifaizal menemukan sejumlah kejanggalan dari peristiwa tembak menembak tersebut. Kejanggalan tersebut di antaranya, yakni posisi pistol yang berada di tangan kiri Brigadir J. Padahal, korban diketahui tidak kidal.

"Kami tanyakan ke Richard, dan Richard bilang almarhum tidak kidal," kata Rifaizal Samual.

Ridwan Soplanit Sebut Ada Sejumlah Tekanan saat Olah TKP Pembunuhan Brigadir J

Ridwan Soplanit Sebut Ada Sejumlah Tekanan saat Olah TKP Pembunuhan Brigadir J

Headline News • 9 days ago brigadir j

Mantan Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Ridwan Soplanit mengaku, adanya sejumlah tekanan kepada para saksi saat melakukan olah TKP di rumah dinas Ferdy Sambo. Karena saat melakukan olah TKP, bukan hanya para penyidik dari Polres Jaksel yang datang melainkan dari Divpropam Polri. 

Ridwan Soplanit juga sempat menceritakan pada saat itu ia merasa tim olah TKP tersebut sangat diawasi oleh para polisi dari Divpropam Polri. Bentuk-bentuk pengawasan ini juga dilakukan ketika pihak dari penyidik Jaksel sedang mengintrogasi saksi di TKP saat itu, yakni Richard Eliezer. 

Diketahui, Ridwan Soplanit merupakan satu dari 9 saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati di PN Jaksel, Selasa (29/11/2022). 

Sembuh dari Covid-19, Putri Chandrawati Dihadirkan dalam Sidang Pembunuhan Brigadir J

Sembuh dari Covid-19, Putri Chandrawati Dihadirkan dalam Sidang Pembunuhan Brigadir J

Selamat Pagi Indonesia • 9 days ago brigadir j

Putri Chandrawati, salah satu terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, kembali dihadirkan dalam sidang, Selasa (29/11/2022). Sebelumnya istri terdakwa Irjen Ferdy Sambo ini sempat mengidap covid-19.

Putri mengenakan pakaian hitam dan segera memasuki ruang tunggu di PN Jakarta Selatan. Agenda sidang adalah pemeriksaan terhadap 10 saksi yang semuanya adalah jajaran Polri. 

Arif Rachman Akui Hapus Dokumentasi Usai Autopsi Brigadir J

Arif Rachman Akui Hapus Dokumentasi Usai Autopsi Brigadir J

Breaking News • 10 days ago Brigadir J

Hakim menanyakan kepada saksi Arif Rachman mengenai dokumentasi yang dihapus atas permintaan Kombes Susanto. Arif Rachman mengaku, diminta untuk menghapus dokumentasi usai autopsi jenazah Brigadir J.

"Beliau sampaikan agar dokumentasi dikirimkan ke beliau semuanya biar satu pintu, lalu di HP anggota sudah tidak ada lagi yang tersimpan. Cukup satu pintu laporan dan penyimpanan file foto," ujar Arif Rachman.

Saksi Arif Rachman Mengaku Kaget Melihat Rekaman CCTV Brigadir J Masih Hidup

Saksi Arif Rachman Mengaku Kaget Melihat Rekaman CCTV Brigadir J Masih Hidup

Breaking News • 10 days ago Brigadir J

Dalam sidang lanjutan kasus Brigadir J, Saksi Arif Rachman mengaku kaget melihat rekaman CCTV yang menunjukan Brigadir J masih hidup, berbeda dengan kronologi kejadian yang disampaikan oleh Polres Jakarta Selatan sebelumnya.

"Izin Pak ada perintah dari Pak Kadiv (Ferdy Sambo) untuk menonton, nonton apa Chuck, nonton CCTV Bang,” ujar Arif Rachman Arifin.

Kemudian, Arif Rachman Arifin mengaku, tidak menimpali lagi pernyataan Chuck Putranto dan berjalan ke arah rumah Ridwan Soplanit yang ada di sebelah rumah dinas Ferdy Sambo.

“Kami masuk duduk, tidak lama saya tanyakan, apa yang mau ditonton Chuck, terus saudara Baiquni langsung membuka laptopnya dan memperlihatkan rekaman CCTV yang mulia.” ujar Arif Rachman Arifin.

Arif Rachman Arifin semula, menganggap rekaman CCTV tersebut sudah sesuai dengan kronologis yang disampaikan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto. Namun tiba-tiba, Chuck Putranto mengatakan kepadanya, bahwa Brigadir J masih hidup saat Ferdy Sambo masuk ke dalam rumah dinas.

7 dari 14 Saksi Hadir dalam Sidang Lanjutan Pembunuhan Berencana Brigadir J

7 dari 14 Saksi Hadir dalam Sidang Lanjutan Pembunuhan Berencana Brigadir J

Metro Siang • 10 days ago Brigadir J

Terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf akan menjalani sidang lanjutan kasus Brigadir J dengan agenda pemeriksaan sejumlah saksi. Saksi yang hadir pada persidangan, Senin (28/11/2022) sebanyak 7 saksi dari yang dijadwalkan sebelumnya 14 saksi.

Persidangan dari Majelis Hakim sudah menanyakan kepada empat saksi, yakni saksi dari cluster terdakwa kasus obstruction of justice. Pertama kali dimintai keterangan yaitu, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto dan saat ini yang sedang berlangsung adalah Agus Nurpatria.

Selain dari keempat saksi dari terdakwa kasus obstruction of justice, tiga saksi lainnya Kabag Gakkum Provos Div Propam Susanto Haris, Kepala Urusan Logistik Yanma Polri Linggom Parasian Siahaan, Sopir Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ridwan Soplanit, Audi Pratowo. 

Pihak jaksa penuntut umum merencanakan untuk menghadirkan ada saksi-saksi lainnya yang diharapkan bisa menjelaskan beberapa fakta persidangan, seperti barang bukti. Namun, sampai saat ini beberapa saksi yang sudah dijadwalkan tidak hadir di persidangan.

Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J, Pakar: Hakim Ingin Dalami Skenario FS

Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J, Pakar: Hakim Ingin Dalami Skenario FS

Selamat Pagi Indonesia • 10 days ago Brigadir J

Empat terdakwa kasus obstruction of justice akan dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

Pengamat Hukum Pidana Abdul Ficar Hadjar mengatakan, dihadirkannya keempat terdakwa kasus obstruction of justice pada persidangan kali ini karena hakim ingin mendalami kesengajaan yang dilakukan Ferdy Sambo dan tiga terdakwa soal skenario pembunuhan Brigadir J. 

"Banyaknya saksi dari pihak Polri ini menandakan hakim ingin mendalami tentang kasus obstruction of justice dengan skenario Sambo dan tiga terdakwa soal pembunuhan berencana," kata Abdul Ficar Hadjar.

"Keempat terdakwa dari kasus obstruction of justice ini akan membuktikan dan memberikan keterangan yang berkaitan dengan peran Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dalam rangka menutupi kejadian yang sebenarnya," sambungnya. 

4 Terdakwa Kasus Obstruction of Justice Dihadirkan dalam Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J

4 Terdakwa Kasus Obstruction of Justice Dihadirkan dalam Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J

Selamat Pagi Indonesia • 10 days ago Brigadir J

Empat terdakwa kasus obstruction of justice akan dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

Keempat terdakwa tersebut adalah Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Arif Rachman Arifin. Keempat terdakwa ini dihadirkan karena diduga masih terdapat relevansi dengan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Selain itu, jaksa penuntut umum (JPU) juga menghadirkan 13 saksi lainnya, antara lain empat pejabat di Divropam Polri, pihak laboratorium forensik, pihak pelayanan Markas Polri, teknisi CCTV dan ART dari Ferdy Sambo. 

Rencananya, pada persidangan kali ini akan mendalami kesaksian dari dua kasus yang berbeda, yaitu kasus obstruction of justice dan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

JPU Hadirkan 17 Saksi dalam Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J Hari Ini

JPU Hadirkan 17 Saksi dalam Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J Hari Ini

Headline News • 10 days ago Brigadir J

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 17 saksi dalam sidang pembunuhan Nofriyansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

17 saksi yang dihadirkan, antara lain empat pejabat di Divropam Polri, pihak laboratorium forensik, pihak pelayanan Markas Polri, teknisi CCTV dan ART dari Ferdy Sambo. 

Dari 17 saksi, empat terdakwa kasus obstruction of justice juga akan dihadirkan pada persidangan hari ini. Mereka adalah Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Arif Rachman Arifin. Keempat terdakwa kasus obstruction of justice ini dihadirkan karena diduga masih terdapat relevansi dengan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Pakar: Saksi Sambo Tidak Kredibel dan Dikondisikan

Pakar: Saksi Sambo Tidak Kredibel dan Dikondisikan

Kontroversi • 15 days ago brigadir J

Sejumlah saksi telah dihadirkan oleh JPU dalam persidangan yang menjerat Ferdy Sambo cs. Kalimat para saksi menjadi perhatian khusus oleh pakar psikologi forensik Reza indragi. Dirinya menyebut keterangan yang diberikan saksi adalah kesaksian palsu serta tidak kredibel.

"Pada dasarnya saya punya alasan untuk tidak percaya terpadap beberapa saksi. Saksi ini tidak kredibel , keterangan yang disampaikan tidak valid," ujar Reza indragi dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis (17/11/2022).

Reza juga menambahkan bahwa keterangan palsu yang diberikan karena dikondisikan oleh faktor eksternal yang membuat para saksi mengutarakan sesuatu yang tidak benar.

Jadi Saksi Disidang Brigadir J, Provider XL: Data Selama 3 Bulan Terakhir Sudah Diserahkan ke Penyidik

Jadi Saksi Disidang Brigadir J, Provider XL: Data Selama 3 Bulan Terakhir Sudah Diserahkan ke Penyidik

Headline News • 1 month ago brigadir J

Sidang lanjutan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf menghadirkan pihak provider di PN Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022). Legal Councel Provider PT XL Axiata, Viktor Kamang memberikan kesaksian mengenai data transaksi telepon maupun SMS yang terekam selama tiga bulan sudah diserahkan ke penyidik. 

"Kalau secara sistem yang mulia, itu kita tidak bisa men-sortir transaksi keluar atau masuk saja. Jadi, itu selama tiga bulan terekam semua dan itu sudah diberikan kepada penyidik," ujar Viktor Kamang, Senin (7/11/2022).

Sebelumnya, sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ru menghadirkan 12 saksi. Namun, hanya lima yang hadir dalam persidangan yaitu petugas swab PCR dan , satu sopir ambulans dan dua orang dari perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.

Sidang 3 Terdakwa Pembunuhan Berencara Brigadir J Digabung, Pakar Hukum Pidana: Itu Strategi Hakim

Sidang 3 Terdakwa Pembunuhan Berencara Brigadir J Digabung, Pakar Hukum Pidana: Itu Strategi Hakim

Breaking News • 1 month ago brigadir J

Penggabungan tiga terdakwa dalam satu sidang pembunuhan berencana Brigadir J menjadi perhatian, lantaran Bharada E menjadi justice collaborator. Penggabungan sidang ini menuai keberatan dari Kuasa Hukum Bharada E dan juga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho menjelaskan bahwa dalam penggabungan persidangan terdakwa, majelis hakim mempertimbangkan kecepatan penyelesaian perkara dan juga untuk menguji konsisntensi dari keterangan justice colaborator.

"Dalam Keadaan normal memang lebih baik JC dengan terdakwa lain dilakukan secara terpisah agar keterangan yang disampaikan objektif. Namun, bukan berarti tidak bisa digabungkan. Azas kecepatan menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim karena PN hanya memiliki waktu 90 hari untuk penyelesaian perkaran dan yang kedua penggabungan ini menjadi strategi hakim untuk menguji keterangan konsistensi dari JC," jelas Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho.

3 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J Disidang Bersamaan dengan Alasan Menghemat Waktu

3 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J Disidang Bersamaan dengan Alasan Menghemat Waktu

Selamat Pagi Indonesia • 1 month ago brigadir j

Tiga terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J yakni Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf nanti akan dipertemukan dalam sidang secara bersamaan. Sidang yang sudah memasuki pekan ketiga untuk pemeriksaan saksi ini akan menghadirkan 12 orang saksi.

Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santoso memutuskan untuk menggabungkan sidang ketiga terdakwa tersebut dalam menutup sidang Bharada E, Senin (31/11/2022). Menurut Hakim Wahyu, sidang ketiganya akan digelar bersamaan karena alasan mengejar waktu. 

12 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Gabungan Bharada E, Kuat Maruf dan Ricky Rizal

12 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Gabungan Bharada E, Kuat Maruf dan Ricky Rizal

Headline News • 1 month ago brigadir j

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 12 saksi untuk terdakwa Bharada E dalam sidang lanjutan kasus tewasnya Brigadir J dengan agenda pemeriksaaan saksi di PN Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022) pukul 10.00 WIB. Dalam sidang lanjutan kali ini, Bharada E, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal digelar secara bersamaan. 

Kuasa Hukum Bharada E Ronny Talapessy mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada LPSK untuk bisa mengajukan pemisahan persidangan ini kepada majelis hakim. Menurutnya, ada beberapa alasan pihaknya meminta persidangan ini digelar terpisah di antaranya karena status Bharada E yang merupakan Justice Collaborator.

Menanggapi hal tersebut, pihak LPSK mengatakan, jika kemudian digabungkan tentu ada alasannya,  seperti dibutuhkan pemeriksaan secara bersamaan dari pandangan majelis hakim

JPU Minta Hakim Tetapkan Saksi ART Kodir Jadi Tersangka

JPU Minta Hakim Tetapkan Saksi ART Kodir Jadi Tersangka

Headline News • 1 month ago brigadir j

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta kepada majelis hakim untuk menetapkan Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto (Kodir) sebagai tersangka.

Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang pemeriksaan saksi dalam kasus obstruction of justice Brigadir J dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, Kamis (3/11/2022). Jaksa menilai keterangan yang disampaikan Kodir dalam persidangan cukup berbelit-belit dan berbohong. 

"Saudara majelis hakim, kami melihat dan menilai saksi ini sudah berbelit-belit dan berbohong, supaya kiranya majelis hakim mengeluarkan penetapan untuk menjadikan saksi ini sebagai tersangka," ujar jaksa di persidangan.

Pakar: Kesaksian Susi di Persidangan Berpotensi Keterangan Palsu

Pakar: Kesaksian Susi di Persidangan Berpotensi Keterangan Palsu

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Kesaksian Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, yakni Susi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di PN Jakarta Selatan, menarik perhatian masyarakat. Pakar menyebut, kesaksian Susi berpotensi sebagai keterangan palsu, karena dianggap tidak kredibel. 

"Dari sekian banyak pernyataan majelis hakim, bisa kita tangkap bahwa saksi Susi ini merupakan saksi yang tidak kredibel. Maka, keterangan yang disampaikan oleh Susi berpotensi dikategorikan sebagai keterangan palsu," ujar Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri, Kamis (3/11/2022). 

Sementara itu, pakar menilai permintaan maaf dari para terdakwa selama persidangan membuahkan kesempatan bertemu dengan keluarga Brigadir J. Namun, pernyataan maaf dari Ferdy Sambo dinilai tidak tulus karena dengan syarat.

"Karena permintaan maaf yang dilakukan Ferdy sambo itu setengah hati, maka permintaan maaf yang dilakukan Ferdy Sambo tidak akan mengurangi hukuman, apabila nanti divonis bersalah oleh hakim," jelas Reza Indragiri. 

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (4)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (4)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Ricky Rizal Akui Skenario Ferdy Sambo di Provos Polri

Ricky Rizal Akui Skenario Ferdy Sambo di Provos Polri

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal mengaku kepada keluarga almarhum, bahwa skenario tembak menembak merupakan ide Ferdy Sambo yang disampaikan di ruang provos.

"Memang benar untuk skenario tembak menembak yang disampaikan keluarga besar almarhum Brigadir Yosua, itu juga disampaikan oleh bapak FS," ujar Ricky Rizal dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022).

Hal tersebut ia sampaikan, setelah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Brigadir J. Ia berharap, keluarga almarhum dapat mengampuni segala kebodohan dan ketidaktahuannya atas perbuataannya di Kompleks Duren Tiga. 

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (3)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (3)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (2)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (2)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (1)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (1)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selalu Menunduk di Persidangan, Kuat Ma'ruf Diminta Ayah Brigadir J Menatapnya

Selalu Menunduk di Persidangan, Kuat Ma'ruf Diminta Ayah Brigadir J Menatapnya

Metro Hari Ini • 1 month ago brigadir j

Kuat Ma'ruf selalu menunduk saat ibu dan ayah Brigadir J menjadi saksi di persidangan. Ayah Brigadir J yang kesal meminta Kuat Ma'ruf untuk menatap wajahnya.

"RR dan kuat tolong lihat ke sini, biar saya lihat bola mata mu. Saya berharap untuk kalian berdua tadi sudah meminta maaf, tetapi saya berharap dan keluarga besar berharap janganlah kalian berdua itu terbawa arus, paham itu. Jika anda berdua terbawa arus berarti anda termakan arus," ujar Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat.

Kuasa Hukum Brigadir J: Kami Masih Yakin Sebelum Dieksekusi Ada Penganiayaan Tehadap Brigadir J

Kuasa Hukum Brigadir J: Kami Masih Yakin Sebelum Dieksekusi Ada Penganiayaan Tehadap Brigadir J

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Salah satu saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J mengatakan bahwa surat kematian Brigadir J penuh kejanggalan sebab pada surat kematian Brigadir J ditulis meninggal karena cidera.

Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro mengatakan, memang dari awal pihaknya dan juga keluarga masih menyakini adanya penganiayaan terhadap Brigadir J sebelum di eksekusi.

"Tentu dari awal sampai dengan saat ini, kami dari pihak kuasa hukum dan juga keluarga, masih bertanya-tanya dan kami pun masih meyakini sebelum Brigadir J ditembak adanya penganiaayaan yang dilakukan terhadap Brigadir J," ujar Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro.

Yonathan juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapakan bukti-bukti untuk memperkuat keterangan saksi dan akan dikeluarkan di dalam persidangan.

"Mengenai bukti-bukti tersebut, sudah kami serahkan semua pada saat awal kami membuat laporan, tetapi dijalannya persidangan ada bukti-bukti tambahan yang kami bawa seperti sendal, bukti chat atau screenshoot, karena itu merupakan strategi kami untuk dikeluarkan di dalam persidangan," ucap Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro.

Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro juga mengatakan, pihak kuasa hukum dan juga keluarga berharap agar soal motif pelecehan seksual ini tidak perlu dibahas dan fokus kepada dakwaan dari kejaksaan yakni pembunuhan berencana.

"Harapan kami dan yang menjadi fokus utama keluaraga adalah mengenai motif pelecehan seksual, ini sudah tidak perlu dibahas, tetapi ini terus menerus diangkat. Jadi, mari kita fokus saja terhadap dakwaan kejaksaan yakni pasal 340 atau pembunuhan berencana," pungkasnya. 

Digeruduk Hendra Kurniawan CS Ketika Masih Berduka, Keluarga Brigadir J: Tak Bertata Krama!

Digeruduk Hendra Kurniawan CS Ketika Masih Berduka, Keluarga Brigadir J: Tak Bertata Krama!

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Ayah Birgadir J, Samuel Hutabarat menceritakan kronologi kedatangan Hendra Kurniawan ke rumahnya dan menjelaskan kronologi tembak menembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga yang menyebabkan kematian Brigadir J.

Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat menjelaskan kedatangan Hendra Kurniawan ke rumahnya. Saat itu Samuel sedang beristirahat dan tiba-tiba datanglah gerombolan aparat kepolisian yang masuk tanpa mengucap salam.

"Tiba-tiba segerombolan polisi ada yang berpakaian dinas ada yang berpakaian sipil masuk menerobos ke ruang sebelah, kalau bertamu ke rumah orang pakailah tata krama" ujar Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.

Kedatangan Hendra Kurniawan ke rumah keluarga Brigadir J untuk menjelaskan kronologi kematian Brigadir J. Numun, pihak keluarga Brigadir J tidak semudah itu untuk mempercayai ucapan dari Hendra Kurniawan atas kronologi yang diceritakannya.

"Saya sebagai ibu yang sudah hancur hatinya, memohon berulang kali kepada mereka untuk buktikan barang bukti yang sah, jangan hanya sekedar bicara,"ujar Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak.

Pasalnya, Rosti Simanjuntak yang telah membesarkan anaknya, Rosti juga yang mendidik Brigadir J sehingga tahu karakter Brigadir J yang tidak mungkin melakukan pelecehan sebagaimana yang dituduhkan.

Ibunda Brigadir J menjelaskan juga jika benar anaknya itu tewas di rumah atasannya, seharusnya Ferdy Sambo selaku atasan yang langsung memberitahukan kabar kematian Brigadir J kepada pihak keluarga.