NEWSTICKER

Akhiri Budaya Korup Korps Bhayangkara

25 October 2022 08:28

Oktober ini Kepolisian RI menjadi lembaga penegak hukum yang paling tidak dipercaya publik. Dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat kepercayaan publik terhadap Polri anjlok ke 53%. Citra Polri berada paling buncit jika dibandingkan dengan pengadilan, Kejaksaan Agung, dan bahkan KPK. 

Bahkan dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Polri kalah jauh jika dibanding dengan TNI yang memiliki tingkat kepercayaan di masyarakat mencapai 90,9%. Anjloknya kepercayaan terhadap Polri terjadi sejak September akibat kasus Ferdy Sambo. 
Namun, kasus itu bukan hanya mencoreng Polri akibat kekejian mantan Kadiv Propam tersebut, melainkan juga gaya hidup hedonis dirinya, istri, dan para bawahannya. Mulai fasilitas lift di rumah, mobil mewah, hingga koleksi barang branded. 

Ironisnya, kemuakan masyarakat seolah tidak juga menyentil Polri. Bahkan bukan saja Putri Candrawathi yang masih mengenakan tas dan jaket branded saat diproses, melainkan Ketua Tim Penyidik kasus itu juga keranjingan pamer. Dirtipidum Bareskrim Polri yang kini dipromosi menjadi Kapolda Kalsel, Brigjen Andi Rian Djajadi, tampil mengenakan jam Rp300 juta dan kemeja jutaan rupiah saat jumpa pers kasus itu. 

Di sosmed, gaya hidup hedon bahkan membuat geli karena sekaligus mempertontonkan dugaan aliran uang busuk. Hal ini memang sebenarnya bukan cerita baru di Korps Bhayangkara. Namun, kini masyarakat makin berang karena para anggota Polri pun sudah tidak punya rasa malu untuk menutupi. 

Maka tidak heran jika Presiden Jokowi memberikan peringatan keras soal itu. Namun, tentunya kita tidak naif bahwa pangkal penyakit hedon ini bukanlah sekadar dari gaya hidup kekinian. Polisi hedon sesungguhnya sudah dipupuk dengan perekrutan yang sarat sogokan. Ini bukan sekadar rumor sebab sejumlah oknum sudah divonis pidana. 

Tag