Jajang C. Noer: Teroris Tembak Mati Saja

Cecylia Rura    •    17 Mei 2018 21:13 WIB
selebritasJajang C. Noer
Jajang C. Noer: Teroris Tembak Mati Saja
Jajang C. Noer. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Nyaris selama sepekan Indonesia 'berdarah' akibat ulah teroris. Seolah peluru beruntun, teror bom di berbagai daerah berbeda diledakkan melalui sosok yang tidak terduga. Terungkap jaringan teroris berada dalam satu garis keturunan keluarga, berakar dari keluarga Dita Oeprianto dan Puji Kuswati bersama keempat anaknya.

Artis senior Jajang C. Noer mengutuk keras dan menganjurkan pemerintah untuk bertindak tegas terhadap pelaku terorisme.

"Yang sudah jelas mau nge-bom, ada rencana itu, tembak mati saja. Enggak usah dipenjara, enggak usah diadili, tembak mati saja karena mereka ingin mati, kan? Tujuan mereka mati syahid, ya sudah tembak saja. Kita senang, dia juga senang, kan?" kata Jajang kepada Medcom.id di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Mei 2018.

"Yang pulang dari Suriah juga, kenapa diterima? Sudah jelas mereka mau ke Suriah, sudah jelas mereka tidak mau di Indonesia ngapain diterima?" lanjutnya.

Selain bom meledak di Surabaya dan Sidoarjo, aksi penusukan terhadap oknum polisi juga terjadi di Riau. Aparat langsung bertindak tegas menangkap para terduga teroris di Malang, Tangerang, dan Medan.

Pelaku teror ikut melibatkan anak-anak di bawah umu dalam teror bom yang merenggut banyak nyawa. Entah paham dengan situasi atau tidak, mereka ikut menjadi pelaku dan mendapat sumpah serapah dari warga Indonesia.

"Anak-anak lain lagi. Bagi yang bisa diselamatkan wakafnya, itu juga tugas kita karena mereka belum terkontaminasi doktrin-doktrin 'itu'. Ini tanggung jawab negara, bagaimana dia harus meluruskan lagi."

"Tapi yang sudah terkontaminasi, susah memang. Harus dibicarakan psikologisnya bagaimana, orang-orang yang pintar-pintarlah. Tentang psikologi, tentang keamanan," tegas artis peran yang kini menginjak usia 65 tahun itu.

Soal sumpah serapah dan kutukan terhadap anak-anak pelaku bom, Jajang mengimbau agar warga lebih cerdas dengan tidak ikut menyudutkan, melainkan ikut merangkul dan memberikan edukasi. Peran pemerintah diharapkan ikut andil dalam urusan ini.

"Enggak boleh, anak-anak itu enggak tahu apa-apa, kan? Tapi kalau mereka tahu apa-apa harus diluruskan. Jangn diunggah di media sosial. Kalau kita punya hati nurani dan otak, mereka justru harus kita selamatkan. Kalau enggak bisa diselamatkan ya itu urusan negara, bagaimana? Mau diapain mereka? Bagaimana menanganinya? Kasihan juga,"

"Pokoknya siapa yang enggak mau di Indonesia, enggak suka sama pemerintah kita, pergi saja dari sini, jangan tinggal di sini."

"Undang Undang Dasar begitu, kebinekaan kita begitu, kalau enggak suka, jangan di sini. Jangan sebut diri sebagai bangsa Indonesia dan enggak ada hubungannya dengan agama. Agama itu lain lagi," pungkas Jajang.



 


(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA