Mengenang Karakter Unik di Sinetron Indonesia Era 2000-an

Cecylia Rura    •    26 April 2018 20:52 WIB
sinetrontrivia hiburan
Mengenang Karakter Unik di Sinetron Indonesia Era 2000-an
Karakter Cecep yang diperankan Anjasmara (Foto: YouTube/MVP Hits)

Jakarta: Sinetron Indonesia saat ini lazimnya menghadirkan karakter-karakter yang pria tampan, wanita cantik yang mendekati sempurna. Langkah ini tentu saja sebagai bagian strategi menarik perhatian pemirsa.

Namun, ada juga sinetron yang pernah mendobrak tradisi dengan menghadirkan karakter yang memiliki keterbatasan. Sinetron-sinetron yang menghadirkan karakter unik ini banyak terjadi di era 2000-an awal.

Menghadirkan karakter yang tak biasa ini ternyata tetap berhasil menarik simpati dan empati penonton. Bahkan, karakter-karakter unik itu masih banyak dikenang hingga kini.


1. Cecep dalam sinetron Wah Cantiknya (2001) dan Si Cecep (2004)


Anjasmara sebagai Cecep. (Foto: YouTube/Ikhsan Muhammed)

Cecep dalam tokoh ini digambarkan sebagai pria dewasa yang berperawakan culun dengan kondisi mental yang sama dengan anak sekolah dasar. Beruntungnya, tokoh Cecep yang baik hati ini selalu dikelilingi oleh perempuan-perempuan cantik yang jatuh hati padanya.

Tokoh Cecep dibawakan oleh aktor Anjasmara. Sinetron produksi Tripar Multivision Plus ini mulai mengudara sejak 7 Maret 2001 hingga 30 Oktober 2002 di stasiun SCTV. Sinetron ini dikemas dalam dua sesi. Dalam sinetron ini Cecep beradu peran dengan Tamara Bleszynski.

Pada 2004, tokoh Cecep yang kembali diperankan Anjasmara kembali bermain dalam sinetron berjudul Si Cecep dan masih diproduksi Tripar Multivision Plus. Ia beradu peran dengan Happy Salma.


2. Yoyo dalam sinetron Si Yoyo (2005)

Teuku Ryan sebagai Yoyo (Foto: YouTube/MD Entertainment)

Karakter Cecep tampaknya menginspirasi rumah produksi MD Entertainment merilis tokoh berperawakan culun dan kuper. Sinetron Si Yoyo mendapuk aktor Teuku Ryan bermain sebagai Yoyo, pemuda berusia 23 tahun yang memiliki kecerdasan terbatas, tak jauh berbeda dengan anak berusia delapan tahun. Jelas, kehidupan dipandang begitu naif olehnya.

Sinetron Si Yoyo sempat dirilis dalam beberapa seri. Salah satunya yang terkenal adalah Yoyo dan Popo yang mengudara sejak 19 Januari 2005 hingga 26 April 2005 di stasiun RCTI.

Pada seri ini Yoyo dipertemukan dengan alien dari luar angkasa bernama Popo yang selalu memberikan pertolongan kepada Yoyo.


3. Adinda dalam Sinetron Kisah Adinda (2003)


Anneke Jodi sebagai Adinda (Foto: YouTube/Ikhsan Muhammed)


Karakter culun kembali dihadirkan lewat tokoh perempuan. Lewat tokoh Adinda, aktris Anneke Jodi memerankan tokoh remaja putri yang tidak percaya diri dengan kacamata tebal dan kawat gigi yang dikenakannya. Beruntungnya, Adinda memiliki tiga orang sahabat yakni Lala, Lili, dan Lulu yang selalu mendukungnya.

Tokoh Adinda dalam sinetron ini seolah mengadaptasi tokoh Betty dalam telenovela asal Kolumbia berjudul Yo Soy Betty, La Fea (1999) yang disutradarai Mario Ribero Ferreira berdasarkan ide naskah cerita yang ditulis Fernando Gaitan.

Anneke Jodi dalam film produksi MD Entertainment ini beradu peran dengan aktris Nia Ramadhani, tokoh langganan peran antagonis saat itu dan Dude Harlino. Konflik cerita di dalamnya tak hanya soal percintaan, melainkan penerimaan diri serta konflik keluarga.

Kisah Adinda mengudara di stasiun RCTI sejak 1 Desember 2003 hingga 6 Desember 2004 dalam 60 episode.




 


(ELG)