Manajemen BTS Minta Maaf soal Kaos Bom Atom

Purba Wirastama    •    14 November 2018 17:11 WIB
BTS
Manajemen BTS Minta Maaf soal Kaos Bom Atom
BTS (Foto: via billboard)

Seoul: Pihak manajemen BTS, Big Hit Entertainment, menyatakan permohonan maaf publik atas dua kejadian kontroversial yang melibatkan dua dari tujuh personel BTS. Sebelumnya telah beredar luas di internet, foto Jimin mengenakan kaos bergambar ledakan bom atom Jepang dan RM mengenakan topi dengan emblem "khas tentara Nazi".

Foto Jimin diambil tahun lalu ketika warga Korea sedang merayakan Hari Pembebasan Korea pada 15 Agustus 2017. Di kaos bagian belakang, tampak teks slogan pembebasan Korea dan gambar asap ledakan berbentuk jamur. Menilik sejarahnya, Korea pernah dikuasai Jepang sejak 1910 dan bebas setelah tragedi bom atom di Jepang 1945.

Foto tersebut beredar di internet dan memicu reaksi keras. Menurut laporan Japan Times, setelah keributan itu, sebuah kanal penyiaran Jepang membatalkan kehadiran BTS dalam program musik mereka. Selanjutnya, pihak Big Hit menyatakan permintaan maaf dan akan menghubungi kelompok yang mewakili penyintas bom baik di Jepang maupun Korea.

"Kami ingin meluruskan bahwa semua staff dan artis Big Hit, termasuk BTS, tidak melihat perang atau bom atom secara ringan. Kami melawan hal-hal ini dan kami tidak punya intensi untuk menyakiti siapapun yang menjadi korban bom atom," ungkap Big Hit.

Menurut Strait Times, pihak produsen kaos meminta maaf dan menyatakan bahwa mereka tidak punya niat untuk mengarahkan sikap anti Jepang lewat dan tidak memakai desain kaos untuk melawan Jepang. Mereka menyatakan hanya ingin menampilkan peristiwa penting yang turut menyebabkan Pembebasan Korea.

Foto RM yang memakai topi dengan emblem "tentara Nazi" telah beredar lebih dulu. Menurut Japan Times, foto menampilkan RM berpose mengenakan topi berlogo kepala tengkorak. Organisasi HAM Simon Wiesenthal Centre menuduh logo tersebut mencerminkan totenkopf atau emblem yang digunakan unit militer Nazi Jerman. BTS juga dituduh punya bendera mirip logo "swastika" yang muncul dalam salah satu konser.

Terkait kejadian ini, Big Hit menyatakan mereka tidak menganggap enteng Nazi atau grup lain yang menjunjung tinggi totalitarian atau ekstremisme.

"Kami menentang hal-hal ini. Kami tidak punya niat untuk melukai mereka yang dipengaruhi oleh sejarah grup semacam ini dan kami akan tetap seperti itu. Kendati begitu, kesalahan ada pada perusahaan Big Hit, yang tidak melakukan tanggung jawabnya. Kami ingin menekankan dengan jelas bahwa para artis kami tidak bertanggung jawab atau berkaitan dengan masalah di atas," tulis Big Hit.

BTS adalah grup pop Korea Selatan yang aktif mulai 2013 dan mencapai sukses komersial sejak dua tahun terakhir. Mereka telah merilis enam album studio. Dua album terakhir, Face Yourself dan Love Yourself: Tear, dirilis pada April 2018 dan menembus rekor penjualan di Korea, Jepang, serta AS.



 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA