Rendy Pandugo Siap Menghibur dalam Kampanye Politik

Retno Hemawati    •    17 November 2016 10:28 WIB
selebritas
Rendy Pandugo Siap Menghibur dalam Kampanye Politik
(Foto: Dok.MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyanyi pendatang baru, Rendy Pandugo, 31, mengungkapkan dirinya bersedia jika diminta menyanyi untuk keperluan kampanye politik.

Dia mengaku tidak pilih-pilih siapa pun pasangan calonnya khususnya pada saat pilkada DKI.

"Saya bisa saja menghibur para pendukung pasangan calon. Saya menyanyi, hanya sebatas itu, karena pada dasarnya saya kan seorang entertainer," kata Rendy saat hadir di Media Indonesia, Selasa (15/11).

Rendy yang baru enam tahun menetap di Jakarta saat ini masih tercatat sebagai warga Surabaya, Jawa Timur, sehingga dia tidak memiliki hak untuk memilih dalam pilkada DKI tahun depan.

Lama tinggal di Surabaya membuatnya kangen akan makanan khas Jawa Timur.

"Yang paling membuat saya kangen itu petis. Di sini jarang ada petis yang enak. Selain itu, kangen dengan lontong kupang," kata lelaki kelahiran Medan, 7 Mei 1985 itu.

Di Jakarta, bukan berarti kehidupannya sebagai musikus berjalan dengan mulus hingga ia menjadi terkenal seperti sekarang.

Perjalanannya bersama Duo Dida (Rendy dan Iddo Prdananto) terpaksa juga harus berakhir.

Setelah itu berakhir, Rendy yang belajar gitar sejak usia 13 tahun memutuskan untuk bersolo karier.

Dia juga sempat menjadi penyanyi yang tampil di sebuah mal di Jakarta Selatan selama tiga kali dalam sepekan.

"Saya dibayar Rp450 ribu untuk sekali tampil menyanyi selama 4 jam, kadang ada yang mendengarkan, kadang juga tidak, tapi yang jelas suara saya sering habis ketika sampai di rumah," kata dia tergelak.

Pilihan bersolo karier dirasanya tepat dan sesuai dengan jiwanya yang bebas dan tidak suka diatur.

"Karena tidak harus berkompromi dengan banyak orang untuk membuahkan karya. Mungkin ini agak terdengar egois, tapi ternyata itu yang membuat saya nyaman."

Soundcloud

Di sela-sela itu, lelaki lulusan Universitas Airlangga, Surabaya, itu secara serius merekam suara dan membagikannya di sebuah platform distribusi suara secara daring Soundcloud.

Platform itu memungkinkan kolaborasi, promosi, dan distribusi dari rekaman suara.

"Soundcloud saya pilih karena beberapa alasan. Yang pertama saya tidak punya kamera yang bagus untuk merekam video kemudian dibagikan melalui Youtube. Alasan lain karena saya ingin melihat seberapa jauh kemampuan saya menyanyi, sebab pada prinsipnya saya ini kan gitaris, bukan vokalis," kata penyanyi yang menghindari minuman kemasan itu.

Kemunculannya di masa kini dirasanya sangat tepat.

Dia menilai sekaligus merasa dunia musik Indonesia sedang mengalami masa yang sangat baik.

"Ini saat di tepat, Young Lex muncul dan menghidupkan hip-hop, juga ada Tulus yang mewakili musik indie. Ini sangat berbeda ketika saya dulu kalah saing dengan boyband yang muncul sehingga album Duo Dida tidak terdengar sama sekali," ungkap dia.

Rendy yang trauma dengan major label bahkan sempat menolak Sony Music yang kini menaunginya.

Ia bersyukur saat berbincang dengan A&R Director Asia Pasific, Hayden Bell, mimpinya untuk membuat album berisi 100% lagu berlirik bahasa Inggris disetujui.

"Album itu sudah siap, diluncurkan tahun depan dengan judul yang masih rahasia," kata lelaki yang kelak ingin menetap di Swedia itu.


(DEV)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA