Mengenal Para Perempuan di Kehidupan Chairil Anwar

Cecylia Rura    •    11 November 2017 19:21 WIB
pentas teater
Mengenal Para Perempuan di Kehidupan Chairil Anwar
Pentas Perempuan Perempuan Chairil (Foto: dok. Image Dynamic)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sosok Chairil Anwar kembali dihidupkan dalam pentas teater bertajuk Perempuan Perempuan Chairil. Seolah tak pernah padam, karakter penyair yang menyebalkan sekaligus membuat rindu tersebut ditampilkan melalui aktor berbakat Reza Rahadian.

Dalam pentas, penonton diajak untuk lebih mengenal keempat karakter perempuan dalam kehidupan Chairil.

Perempuan pertama adalah Ida Nasution yang diperankan oleh Marsha Timothy, mahasiswi dengan pemikiran kritis yang mampu menyaingi intelektualisme Chairil. Keduanya kerap kali berdebat, dan inilah yang membuat Chairil tergila-gila. Sayang, Ida yang kala itu dalam perjalanan pulang ke Bogor seorang diri tak kunjung kembali, ia diduga dicegat oleh sekawanan laskar liar pada zaman revolusi saat itu.


Chairil dan Ida Nasution (Foto: dok. Image Dynamic)


Kedua, Sri Ajati, sosok perempuan ningrat yang juga aktif dalam dunia seni peran yakni teater dan menjadi bintang model. Meski ia merupakan keturunan ningrat, Sri tidak membeda-bedakan kawan, bahkan berkawan dengan sosok Chairil yang saat itu terbilang hidup pas-pasan. Namun takdir berkata lain. Cinta Chairil dan Sri kandas lantaran perempuan ningrat tersebut telah dijodohkan dengan pria lain. Chelsea Islan membawakan karakter ini dengan apik dan rapi.


Chairil dan Sri Ajati (Foto: dok. Image Dynamic)

Perempuan ketiga yang mengisi kehidupan Chairil adalah Sumirat. Ia digambarkan sebagai perempuan terdidik yang memiliki gairah besar untuk mencintai Chairil. Mirat mampu membalas besarnya cinta yang diberikan oleh Mirat kala itu. Sayang, hubungan keduanya kandas karena Chairil tak kunjung memberikan kepastian soal hubungannya dengan Mirat. Sumirat dibawakan oleh Tara Basro dalma balutan gaun merah.


Chairil dan Sumirat (Foto: dok. Image Dynamic)

Terakhir, adalah Hapsah yang diperankan oleh Sita Nursanti. Berbeda dengan ketiga perempuan sebelumnya, dapat dilihat Hapsah bukanlah sosok perempuan ideal Chairil. Keduanya bak hidup dalam dunia berbeda di mana Chairil masih keukeuh dan larut dalam dunia sastra. Sementara Hapsah merupakan perempuan keturunan ningrat yang berpikir realistis tentang kehidupan. Chairil kemudian pergi meninggalkan Hapsah yang saat itu tengah mengandung anak mereka.


Chairil dan Hapsah (Foto: dok. Image Dynamic)

Pentas teater ini berlangsung selama dua hari, 11 dan 12 November 2017 pukul 20.00 WIB di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Cerita dari sang penyair legendaris tersebut terinspirasi dari buku karya Hasan Aspahani berjudul Chairil. Happy Salma selaku produser dan Agus Noor sebagai sutradara kemudian membawanya ke dalam pentas teater dan dikemas dalam durasi waktu 2 jam. Acara ini didukung oleh Titimangsa Foundation dan Bakti Budaya Djarum Foundation.
 


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA