Ray Sahetapy: Gempa dan Hujan Gambaran Alam Sayang Sys NS

Cecylia Rura    •    24 Januari 2018 01:01 WIB
sys ns
Ray Sahetapy: Gempa dan Hujan Gambaran Alam Sayang Sys NS
Ray Sahetapy (Foto: medcom/cecylia)

Jakarta: Aktor Ray Sahetapy tampak ikut mengiringi pemakaman artis sekaligus tokoh politikus Sys NS di TPU Jeruk Purut, Selasa, 23 Januari 2018. Dalam proses pemakaman, cuaca dan alam kurang bersahabat. Berita gempa mengguncang area Jakarta dan Banten sekaligus guyuran hujan ikut mengiringi kepergian pria kelahiran Semarang itu.

"Sys sudah pergi dengan kejutan, enggak ada yang beritahu, (tapi) ada hujan, gempa, gitu. Ini gambaran alam yang ikut Sys untuk memberi tahu kepada Sys bahwa alam sangat menyayangi dia," kata Ray di kawasan TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa 23 Januari 2018.

Bagi Ray, sosok Sys adalah pribadi yang memiliki karakter kepemimpinan. Jejak rekam almarhum pun begitu diingat dalam memori aktor yang terdaftar sebagai pengurus Persatuan Artis dan Film Indonesia (PARFI) 56 itu.

"Dia itu pemimpin sebenarnya. Dasar pemikirannya dia ke pemimpin. Karena selama ini yang saya ikuti yang kita bersama-sama, Sys itu banyak membuat sesuatu. Cuma banyak orang enggak paham. Dan dalam ceritanya juga," lanjut Ray.

Kabar kepergian Sys diketahui Ray melalui akun Facebook PARFI 56 dan informasi dari anak Ray.

"Saya kabarnya dari anak saya. Dan juga dari Facebook PARFI 56 cuma dalam situasi keraguan, karena kok tiba-tiba enggak ada sakitnya langsung gitu (meninggal) kan? Tapi ya itulah, Tuhan memanggil manusia dengan cara yang unik," tutup Ray.

Sys NS meninggal dunia di usia 61 tahun pada Selasa, 23 Januari 2018. Ia dikabarkan tergeletak di ruang tamu dan sempat tak sadarkan diri. Nyawanya tak tertolong setelah dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, hingga akhirnya dinyatakan tutup usia pukul 12.30 WIB.

Jenazah Sys NS dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada Selasa, 23 Januari 2018 sekitar pukul 16.30 WIB.

 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

1 week Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA