Buku Favorit Anang Hermansyah

Gervin Nathaniel Purba    •    17 Mei 2017 07:00 WIB
bukuuntukindonesia
Buku Favorit Anang Hermansyah
Anang Hermansyah (Foto:Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesibukan dalam rutinitas sehari-hari membuat sebagian besar orang tidak memiliki waktu untuk membaca buku. Bahkan pada akhir pekan pun nyaris tidak ada waktu untuk membaca buku karena orang cenderung berberkumpul bersama keluarga, teman, berbelanja, menonton film, dan sebagainya.

Jika Anda merasa tak punya waktu untuk membaca buku, coba tengok yang dilakukan Anang Hermansyah. Musisi yang kini menjadi anggota dewan itu masih sempat meluangkan waktu membaca buku di sela padatnya jadwal rapat yang hampir setiap hari.

"Setiap lagi diam, setiap lagi ada waktu, aku sempatin membaca buku," ujar Anang kepada Metrotvnews.com, di Jakarta.

Pria kelahiran Jember itu gemar membaca buku sejarah, politik, filsafat, dan agama. Dari semuanya itu, Anang mengatakan, sangat menyukai buku agama karena ia tertarik dengan ilmu yang dipaparkan oleh para nabi. Dengan membaca buku, ia memperoleh wawasan yang luas.

"Membaca buku membantu memperoleh ilmu dari apa yang dibaca. Saat mandek (berhenti) membaca buku, bahaya itu," katanya.

Kegemaran membaca buku, kata Anang, ditularkan oleh sang ayah. Suami Ashanty itu bercerita, sang ayah sering bercerita banyak hal kepadanya. Melihat sang ayah memiliki wawasan luas karena banyak membaca buku, Anang menjadi terpancing untuk mengikuti jejak ayah agar pengetahuannya bertambah. "Bapak senang mengajak ngobrol banyak hal. Saya jadi tertarik juga baca buku," tuturnya.

Kebiasaan membaca buku juga mulai ditularkan oleh Anang kepada anak-anaknya. Meskipun tidak mudah mendidik anak agar gemar membaca buku, dengan kesabaran, kini putri sulungnya, Aurelie Hermansyah, mulai gemar membaca buku.

"Aurel sekarang suka membaca buku. Dia suka membaca buku kecantikan," kata Anang.

Kegemaran Anang membaca buku, tentu menginspirasi. Bayangkan, jika semua generasi  muda bangsa Indonesia gemar membaca buku, maka akan muncul penerus bangsa yang berkarakter dan berwawasan luas. Sayangnya, saat ini minat baca masyarakat masih rendah. Indonesia menduduki peringkat 60 dunia dalam hal kegemaran membaca buku.

Minimnya minat baca dipengaruhi sejumlah faktor, seperti mahalnya harga buku dan terbatasnya akses mendapatkan buku. Masyarakat yang tinggal di pelosok kesulitan memeroleh buku karena distribusi yang tidak merata.

Akibatnya, anak-anak di daerah kehilangan kesempatan memperluas wawasan dan pengetahuan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus berbuat sesuatu. Melalui gerakan #BukuUntukIndonesia, Anda dapat terlibat dalam penyediaan akses buku untuk anak-anak Indonesia.

Awali langkah kebaikan Anda dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com.  Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.


(ROS)