20th Century Fox Ikut Lindungi Simpanse dari Perdagangan Ilegal

Purba Wirastama    •    06 Juni 2017 17:31 WIB
orangutan
20th Century Fox Ikut Lindungi Simpanse dari Perdagangan Ilegal
Dawn of the Planet of the Apes (Foto: 20th Century Fox)

Metrotvnews.com, Jakarta: 20th Century Fox, studio di balik film War for the Planet of the Apes, bekerjasama dengan Jane Goodall Institute dalam penyediaan fasilitas perlindungan simpanse di Republik Kongo. Kebanyakan simpanse merupakan korban perdagangan ilegal.

Menurut keterangan di laman berita JaneGoodall.org, Fox dan institut bersangkutan akan mengembangkan pusat rehabilitasi simpanse Tchimpounga di Kongo. Fasilitas ini telah melindungi sekitar 150 simpanse yatim piatu yang diselamatkan dari upaya penjagalan dan hiburan ilegal.

"Aku rasa seri Planet of the Apes membuat orang berpikir mengenai kera, dan mungkin hubungan kita terhadap mereka. Dan setiap hal yang membuat kita berpikir soal relasi kemanusiaan dengan kelompok hewan lain, itu menjadi penting. Jadi aku rasa film seri ini telah membantu," kata dokter Jane Goodall, pendiri institut tersebut, dalam pernyataan resmi.

Matt Reeves, sutradara dua film Planet of the Apes, termasuk seri War, menyambut hangat kerjasama ini. Dia berharap kisah waralaba tentang kera ini dapat memberi kesadaran baru, rasa sayang, dan respek untuk spesies simpanse.

"Sebuah kehormatan dan keistimewaan dapat bekerja dengan institut Jane Goodall dalam menyediakan perawatan bagi saudara binatang terdekat kita. Selama membuat film tentang perjalanan Caesar (tokoh utama film), aku takjub dapat belajar banyak tentang kera dan simpanse. Binatang cerdas dan luar biasa, yang hidup berorganisasi, menyusun strategi, dan bersosialisasi seperti manusia," kata Matt.

Jane Goodall adalah peneliti asal Inggris kelahiran 1934 yang telah keluar masuk hutan untuk mempelajari dan menyelamatkan simpanse. Dia mendirikan institut pada 1977 demi meneruskan visi dan karyanya. Kongo, negara dengan hutan lebat di Afrika, adalah salah satu negara tempat institut bekerja. Selain simpanse, mereka juga berupaya melindungi sejumlah spesies kera lain serta gajah hutan, antelop, dan ular piton.

Ada tiga pulau di kawasan sungai dalam hutan lindung tersebut. Rumah simpanse Pulau Tchindzoulou akan dinamai Rumah Caesar sebagai bentuk peninggalan. Caesar adalah nama simpanse yang menjadi tokoh utama di seri film The Planet of the Apes.

War for the Planet of the Apes adalah film ketiga dari seri The Planet of the Apes versi reboot (memulai kisah dari awal). Versi asli adalah lima seri film tahun 1968-1973 yang kisahnya diadaptasi dari novel La Planete des Singes (1963) karangan Pierre Boulle.

War for PA dijadwalkan tayang secara global pada pertengahan Juli mendatang. Belum ada jadwal resmi untuk Indonesia.


 


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

4 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA