Ikut Aksi Anti Kekerasan Senjata, Paul McCartney Kenang John Lennon

Purba Wirastama    •    26 Maret 2018 14:37 WIB
paul mccartney
Ikut Aksi Anti Kekerasan Senjata, Paul McCartney Kenang John Lennon
(Foto: National Geographic)

New York: Musisi Paul McCartney ikut bergabung dalam aksi protes March for Our Lives, demonstrasi anti senjata api yang dimotori oleh sejumlah pelajar AS. Paul mengenang kematian sahabatnya John Lennon yang juga menjadi korban kekerasan senjata api.

Menurut laporan NME, March for Our Lives pada 24 Maret diikuti oleh ratusan ribu peserta di sejumlah lokasi di AS dan beberapa negara lain. Aksi protes ini menyorot kendornya aturan pengendalian senjata api, yang dinilai sebagai salah satu akar kasus penembakan massal di AS.

Kasus terakhir yang memicu protes ini adalah penembakan di sekolah Parkland pada 14 Februari 2018. Sebanyak 17 orang menjadi korban jiwa. Tragedi ini disebut-sebut sebagai kasus penembakan sekolah paling mematikan dalam sejaah AS.

Menurut laporan CNN, Paul bergabung ke aksi yang digelar di New York. Bagi Paul, isu ini penting karena dia kehilangan John Lennon atas sebab kekerasan senjata api.

"Aku hanya mendukung orang-orang ini," kata Paul yang mengenakan kaos bertuliskan we can end gun violence.

Paul mengatakan tak yakin apakah harapan tersebut akan segera diwujudkan di level legislatif setelah aksi protes. Menurutnya, dia sama seperti para peserta aksi yang hanya mampu melakukan protes.

"Aku tak tahu. Namun inilah yang dapat kami lakukan. Jadi aku di sini untuk melakukan itu. Salah satu teman terbaikku terbunuh dalam kekerasan senjata api di sekitar sini. Jadi, itu penting bagiku," ujar Paul.

John dibunuh pada 1980 oleh pria bernama Mark David Chapman, yang telah merencanakan kejahatan ini sejak lama. Dia ditembak dengan senjata api saat sedang berjalan-jalan bersama Yoko Ono istrinya di Manhattan pada Senin malam, 8 Desember 1980.

 


(DEV)