Marcella Zalianty Mengajak Para Artis Perangi Konten Negatif di Media Sosial

Media Indonesia    •    28 Oktober 2017 12:29 WIB
marcella zalianty
Marcella Zalianty Mengajak Para Artis Perangi Konten Negatif di Media Sosial
Marcella Zalianty (Foto: metrotvnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sumpah Pemuda bisa dimaknai berbeda-beda sesuai konteks zaman. Yang paling penting, semangat persatuan anak-anak bangsa yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.

Menurut Marcella Zalianty, ujaran kebencian, sentimen primordialisme, dan penyebaran hoaks yang memecah belah persatuan harus dilawan. Di era digital ini, ujarnya, kaum muda harus beraksi menciptakan konten-konten positif demi melawan perilaku negatif yang ada di media sosial.

"Ini makna dari gerakan Sumpah Pemuda di era sekarang dalam perkembangan era digital. Ini adalah gerakan konkret yang memang relevan dan dibutuhkan saat ini," tutur aktris sekaligus pendukung Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi itu saat ditemui di sela-sela acara Siberkreasi Netizen Fair 2017 di Jakarta.

Menurutnya, budaya penggunaan media sosial di negeri ini masih cenderung negatif. Terbukti, sentimen primordialisme dan ujaran kebencian masih beredar masif di jagat maya. "Apalagi kalau sudah momen-momen politik. Banyak sentimen agama atau sikap terlalu membela seseorang," imbuh perempuan berusia 37 tahun itu.

Oleh karena itu, kakak Olivia Zalianty itu berharap generasi muda punya semangat untuk tetap menjaga kebersamaan di tengah-tengah keragaman. Kaum muda, katanya, bisa berkontribusi positif dengan menjaga agar dunia maya tetap sehat melalui konten positif.

Misalnya, di internet kaum mudah bisa berbahasa menggunakan kata-kata inspiratif dan menuangkan pikiran yang memberikan wawasan. "Jangan bahasa-bahasa yang memecah belah dan membuat gaduh," tegasnya.

Dengan penetrasi internet yang kian masif, yakni sekitar 120 juta pengguna, ia mengingatkan bahwa ruang penyalahgunaan dalam bentuk radikalisme daring, penyebaran hoaks, serta perundungan bisa mengancam generasi muda. Karena itu, tuturnya, pemanfaatan internet perlu diiringi dengan pendidikan literasi yang berimbang.

"Kalau literasi digital tidak dimulai sekarang, bagaimana dengan anak-anak kita nanti. Buat saya, gerakan literasi oleh anak muda penting," jelasnya.

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 itu juga mengatakan para pelaku dunia seni, khususnya perfilman, bisa berkontribusi besar sebagai influencer. Kalangan pencipta konten dan tokoh publik, lanjutnya, harus berkolaborasi agar bisa memberikan dampak yang lebih signifikan.

Pasalnya, kata Marcella, para aktor dan aktris memiliki potential reach yang luas. Ia mencontohkan aktris muda Prilly Latuconsina yang memiliki pengikut di Instagram sebanyak 18 juta lebih. Karena itu, Marcella mengajak seluruh pelaku seni peran agar menjadi penggerak.

"Yuk kita banjiri internet ini dengan konten positif. Jadi sama-sama memerangi ini (konten negatif) untuk kepentingan bangsa. Karena pelaku seni peran tidak hanya sebagai aktor dan aktris, tetapi bagaimana mereka sebagai manusia juga bisa bermanfaat lebih luas lagi," pungkasnya.

(DHIKA KHUSUMA WINATA)


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA