Kaka 'Slank' Minta Pemprov Sulut Buktikan Janji Menutup Usaha Tambang

Mulyadi Pontororing    •    04 September 2018 11:36 WIB
kaka slank
Kaka 'Slank' Minta Pemprov Sulut Buktikan Janji Menutup Usaha Tambang
Kaka 'Slank' bersama Koalisi Save Bangka Island saat menggelar konferensi pers bertema Tuntaskan Penegakkan Hukum dan Segera Pulihkan Pulau Bangka (Foto: Medcom/Mulyadi P)

Manado: Vokalis band kondang Slank, Akhadi Wira Satriaji atau akrab disapa Kaka 'Slank' meminta Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) membuktikan ucapannya terkait akan menolak dan menutup semua perusahaan tambang yang masih beroperasi di Sulut.

Hal ini disampaikan Kaka dalam acara jumpa pers dengan tema Save Pulau Bangka, di salah satu hotel di Kota Manaeo, Sulut, Senin, 3 September, 2018.

"Pemprov (Sulut) musti seperti yang dia ucapkan di media massa bahwa pemprov menolak pertambangan di Pulau Bangka dan pulau-pulau kecil yang lain," kata Kaka.

Menurut Kaka, ucapan tersebut harus direalisasikan secara nyata. Sebab, dengan begitu juga, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa meningkat.

"Sebetulnya ini momen yang baik untuk ambil hati rakyat. Pemerintah yang sehat pasti akan disayang sama rakyat. Provinsi harus kasih bukti bahwa memperhatikan dan mencintai rakyatnya," tuturnya.

Kaka kembali mengingatkan proses pemulihan alam harus dimulai dari proses pemulihan masyarakat setempat yang sempat terpecah lantaran perbedaan pendapat.

"Selama masyarakatnya belum bersatu, recovery alamnya akan lama. Saya yakin akan susah. Jadi recovery dulu yang terpisah itu," tuturnya.

Persatuan, kata Kaka akan tercipta ketika masyarakat tidak lagi menggubris isu-isu oleh oknum-oknum yang menyatakan bahwa akan dibuka kembali pertambangan di wilayah itu.

"Konsentrasi saja ke pulau. Ini pulau sudah tidak ada tambang, jadi gimana. Ya, kembalikan ke kondisi alamiah lagi. Jadi konstrasinya di situ," jelasnya.

Kaka juga menyebut, orientasi tambang sebagai peningkatan ekonomi juga harus diubah. Sebab, dia meyakini, jauh seblum tambang dibuka di pulau bangka, penduduknya tidak mengalami kelaparan.

"Jadi kita harus satukan persepsu kita dulu bahwa kita tak butuh tambang. Yang kita butuh adalah alam kembali seperti dulu yang bagus, yang beri makan kita dan yang bisa mendatangkan pengunjung atau wisatawan," pungkasnya.






 


(ELG)

Di Balik Lirik Nakal Jamrud

Di Balik Lirik Nakal Jamrud

1 day Ago

Selama 50 menit Azis blak-blakan bercerita tentang lagu-lagu yang pernah ditulisnya, termasuk l…

BERITA LAINNYA