Aviliani Melestarikan Ketoprak

Media Indonesia    •    14 Oktober 2016 09:55 WIB
kultur
Aviliani Melestarikan Ketoprak
Aviliani. (Foto: Antara/Nailin In Saroh

Metrotvnews.com: Ekonom sekaligus profesional Indonesia Aviliani, 54, yang menjabat Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) tergerak ikut melestarikan seni tradisional ketoprak.

Pada pementasan ketoprak dengan lakon Sumpah Palapa Gajah Mada yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Rabu 12 Oktober, dia bersama dengan masyarakat ekonomi perbankan ikut bermain.

Pada lakon itu, dia berperan sebagai Ratu Dyah Gayatri, permaisuri Raja Majapahit. Dia tertarik pada ketoprak sejak 2007, berawal dari beberapa anggota komunitas yang mengajaknya.

"Menurut saya, ini dilestarikan tidak hanya di kalangan kita, tapi juga komunitas lainnya. Ketoprak kayak gini jadi sekarang mulai berkembang, ada Puspo Budoyo dan Adhi Budaya. Dulu kan cuma satu," ujarnya.

Aviliani menuturkan tujuan mereka bermain ialah, di samping menjaga seni tradisional Indonesia, untuk memberikan penghidupan yang layak bagi para pekerja seni.

Hasil pementasan akan didonasikan kepada para seniman ketoprak di Yayasan Adhi Budaya. "Kita dikasih tahu ini dananya untuk apa, sumbangan itu pernah kita lakukan 2007 untuk membetulkan gedung pementasan di daerah. Kali ini, untuk Adhi Budaya, apresiasi ini untuk pekerja seni yang profesional karena ada yang sehari-harinya menjadi tukang jahit, tukang batu untuk tambahan mereka. Di sini kan para seniman yang benar-benar itu belum dihidupi pemerintah," tutur perempuan yang pernah menjadi pemandu acara Today's Dialogue di Metro TV pada 2003 itu.

Selain itu, bermain ketoprak membuatnya bisa mengekspresikan diri.  "Sebab kalau di kantor kita merasa tidak menjadi diri kita, tapi berperan sebagai apa yang kita lakukan di kantor. Begitu di sini kita bisa berekspresi karena tidak hanya mengikuti cerita, tapi juga dibebaskan berbicara entah kritik terhadap kebijakan, kritik sesama teman, itu yang membuat kita enjoy. Kita jarang pakai baju seperti ini, terus senang foto-fotonya," canda dia.
 


(FIT)