Selebriti hingga Menteri Baca Puisi di Peringatan 20 Tahun Reformasi

Cecylia Rura    •    09 Mei 2018 10:53 WIB
selebritas
Selebriti hingga Menteri Baca Puisi di Peringatan 20 Tahun Reformasi
(Foto: Cecylia Rura)

Jakarta: Tempo Media Group bekerja sama dengan pihak DPR RI menggelar acara peringatan 20 tahun reformasi. Bertempat di Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kawasan Parlemen, Senayan, sejumlah artis beserta para menteri dan jajarannya meramaikan peringatan reformasi serta hari buruh.

Dipandu pembawa acara Bayu Oktara, panggung dibuka dengan aksi Marjinal yang membawakan lagu Tentang Pembebasan dan mars perjuangan yang selalu dibawakan untuk mengenang peristiwa Mei 1998, Daya Juang.

Pembacaan puisi dibuka oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang membacakan puisi Sajak Bulan Mei 1998 karya W.S. Rendra secara bergantian.

Usai membacakan puisi, Zulkifli mengaku gugup, "Terimakasih kami deg-degan sedikit. Maaf kalau tadi baca puisinya pas-pasan," ungkapnya dari atas panggung Pustakaloka, Selasa, 8 Mei 2018.

Morgan Oey, perwakilan dari pihak artis membawakan sajak puisi Baju Biru karya Joko Pinurbo. Karya ini dikenal sebagai bentuk sindiran terhadap krisis ekonomi saat itu. Sajak selanjutnya ada Nyanyian Abang Becak yang merupakan karya dari Wiji Thukul. Karya ini dibawakan oleh aktor Reza Rahadian.

Mengenang masa-masa para aktivis berjuang, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didapuk membacakan sajak puisi milik Sapardi Joko Damono berjudul Dongeng Marsinah. 

"Puisi ini memakan waktu lama sekali, dari tahun 1993 sampai 1996," ucapnya sebelum membawakan sajak puisi.

Puisi ini juga didengungkan untuk mengenang Marsinah, aktivis buruh yang hilang hingga ditemukan tewas.

Karya Wiji Thukul kembali dibawaka oleh Ketua KPK Agus Raharjo. Sebelum membawakan karya berjudul Tanah, Agus mengungkapkan dua hal.

"Ada dua hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, reformasi telah melahirkan ketetapan MPR untuk menciptakan MPR yg bersih. Dari ketetapan MPR itu salah satunya dibuat Undang Undang mengenai KPK dan UU Tipikor. Oleh karena itu, saya ingin berpesan kepada siapa yang ingin membubarkan KPK, berarti mengkhianati semangat reformasi."

Kedua, saya ingin menyampaikan secara khusus kepada yang bersangkutan (Wiji Thukul). Mari kita doakan saudara Wiji Thukul mendapat tempat di sisi-Nya," kata Agus.

Sejenak, pembacaan puisi diselingi penampilan Jerinx SID. Ia membawakan lagu Di Kala Sepi Mendamba dan Jadilah Legenda.

Jadilah Legenda didedikasikan Jerinx untuk para individu yang belum bisa menikmati kekayaan Indonesia.

"Lagu kedua ini saya tulis di pantai kuta. Saya begitu kecil di hadapan semesta."

"Saya dedikasikan kepada individu yang belum bisa menikmati kekayaan bangsa," kata Jerinx.

Tiba saatnya ketika Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin bersama Bupati Pak Pak Bharat Remigo Yolanda Berutu membawakan puisi Politisi Itu Adalah karya W.S. Rendra.

"Puisi ini agak menggelitik, jadi luar biasa. Kayaknya lumayan menampar politisi, dan semoga ketampar. Kalau ketampar anggap sebagai teguran," ungkap Remigo.

Pembacaan puisi dilanjutkan, oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo yang membacakan Sajak Suara karya Wiji Thukul. Dilanjutkan oleh Lukman Sardi, yang juga membawakan karya Wiji Thukul berjudul Peringatan.

Pada menit terakhir, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri membacakan karya puisinya dengan nama panggung Hanif Sake Oerip, Pengantin Garis Depan. Karya ini diciptakan pada 1993.

Menjelang akhir acara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membawakan puisi Wiji Thukul, Bunga dan Tembok. Dilanjutkan pembacaan puisi Rajawali karya W.S. Rendra oleh Sha Ine Febriyanti.

Sejumlah pemangku kepentingan tampak larut dalam acara peringatab reformasi. Mulai dari kalangan artis hingga politisi ikut memberikan sumbangsihnya menbacakan puisi para sastrawan yang berani memberi kritik pada zaman itu.

Malam itu ditutup dengan aksi panggung Marjinal yang sukses mengajak para penonton dan para pendukung Marjinal ikut bersuara bernyanyi militan.

Acara peringatan 20 Tahun Reformasi diadakan mulai 7 Mei hingga 21 Mei mendatang. Sejumlah acara ini diadakan selama bulan Mei untuk memperingati peristiwa Mei 1998.



(DEV)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA