Steven & Coconut Treez Protes Saat Boarding karena Pesawat Angkut Durian 3 Ton

Cecylia Rura    •    07 November 2018 11:39 WIB
band indie
Steven & Coconut Treez Protes Saat Boarding karena Pesawat Angkut Durian 3 Ton
Grup band Steven & Coconut Trezz (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Jakarta: Amir Zidane, Road Manager Steven & Coconut Treez, membagikan sepenggal pengalaman kurang baik ketika menumpangi pesawat dengan dengan rute Bengkul-Jakarta. Kejadian itu terjadi pada Senin pagi, 5 November 2018.

Maskapai yang ditumpangi Amir beserta personel Steven & Coconut Treez rupanya mengangkut tiga ton durian hingga membuat seisi penumpang resah. Pendingin ruangan dalam kabin pesawat juga tidak dinyalakan. Cerita ini tersebar melalui akun Facebook Amir.

Singkatnya, para personel Steven & Coconut Treez saat boarding protes dan enggan melanjutkan penerbangan karena bau durian yang sangat menyengat. Hal serupa juga dikeluhkan penumpang lain hingga mereka beramai-ramai turun pesawat dan meminta petugas untuk mengeluarkan durian yang dibawa. Ternyata, pesawat itu mengangkut 3 ton durian!

Peristiwa ini diabadikan melalui video yang diunggah Amir ke Facebook. Video direkam oleh bassist Steven & Coconut Treez, M. Rival Imran.

Medcom.id mengonfirmasi langsung insiden yang dibagikan Amir melalui media sosial. Ia menuturkan, sempat ada ribut-ribut sebelum pesawat lepas landas.



"Enggak ada marah-marah. Memang, ada insiden teman-teman saya mau ngotot-ngototan sama petugas yang di bawah. Itu kesalahpaham saja. Ada juga salah satu video saya melerai. Enggak ngamuk-ngamuk, enggak ada. Bisa ditanya sama pramugari. Apakah saya terlalu kasar? Enggak," papar Amir, Rabu, 7 November 2018.

Menurut penuturan Amir, petugas mengimbau menunggu di ruang tunggu. Untuk memastikan durian benar-benar dikeluarkan, Amir dan beberapa penumpang lain menjadi saksi. Bassist Steven & Coconut Treez juga mengabadikan proses penurunan durian melalui video.

"Kami mengevakuasi penumpang ke ruang tunggu tapi dengan catatan harus ada orang yang memastikan bahwa durian-durian itu turun. Ini teman kita Rival, tugasnya melihat durian benar-benar turun. Sampai benar-benar kosong."

"Biar saya yang tunggu di sini, melihat durian itu diturunkan. Baru mereka mau ke ruang tunggu," tuturnya.

Perihal insiden maskapai belakangan menjadi sorotan setelah kasus kecelakaan pesawat Lion Air di perairan Kawang dengan rute Jakarta-Pangkalpinang. Namun, Amir tidak mempersoalkan maskapai penerbangan yang ia tumpangi saat itu. Ia menyayangkan aroma durian yang begitu mengganggu hingga meresahkan penumpang.

"Masalahnya adalah bau duriannya, parah. Pesawat panas, AC enggak jalan. Saya sebenarnya mengerti kenapa AC, mungkin kalau dinyalakan lebih parah aromanya. Tapi sengsara kita di dalam. Ada penumpang (punya) anak kecil, enggak berhenti nangis kasihan karena gerah bau durian. Kita kemarin 20 menit di dalam kayak begitu enggak enak. Akhirnya dengan bernegosiasi durian itu diturunkan. Akhirnya begitu durian diturunkan, AC dinyalakan. Lama-lama menghilang, take off, selamat kita ke Jakarta," cerita Amir.

Amir membagikan kronologi insiden itu dalam bentuk teks dan video melalui akun Facebook dan Instagram pada Senin sore, 5 November 2018. Kejadian itu sendiri berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB.

Steven & Coconut Treez baru menuntaskan aksi panggung mereka di Pantai Panjang Bengkulu pada Minggu malam. Jadwal awal yang harusnya lepas landas pada Senin pukul 10.50 mundur pada pukul 12.05 dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta Terminal 2F sekitar pukul 13.00.

 


(ASA)