Gina S Noer Sebut Selebritas Tak Kuat Popularitas Rentan Terjerumus Narkoba

Purba Wirastama    •    23 Februari 2018 19:03 WIB
artis dan narkoba
Gina S Noer Sebut Selebritas Tak Kuat Popularitas Rentan Terjerumus Narkoba
Ginatri S Noer (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Penulis naskah dan produser Ginatri S Noer menilai industri hiburan adalah industri dengan tingkat pekerjaan tinggi, yang seringkali memanfaatkan sumber daya selebritas secara berlebihan. Bagi selebritas yang kesulitan mencari ketenangan dan kenyamanan karena lelah dengan popularitas, narkoba adalah jalan pintas.

"Saya cuma asumsi, tapi sebenarnya yang namanya industri hiburan itu industri yang butuh intensitas tinggi dan sering eksploitatif di beberapa titik. Bisa amat melelahkan, terutama bagi orang-orang yang merasa enggak punya metode lain untuk bisa memiliki kenyamanan dengan diri sendiri," kata Gina kepada Medcom.id saat ditemui di Grand Indonesia Jakarta.

"Seringkali ketenangan dan kenyamanan bagi orang-orang di luar dunia hiburan yang bukan orang terkenal, itu hal yang mudah didapat. Keluar rumah, menenangkan diri, itu bisa amat gampang. Namun buat orang-orang ini (selebritas) cenderung sulit. Kadang juga ingin cara instan dan salah satunya bisa pakai zat-zat kimia," tuturnya.



Gina juga menyebut bahwa dalam industri hiburan negara mana pun, selebritas sadar bahwa suatu saat mereka tidak lagi populer dan 'kadaluarsa' jika tidak pandai mengolah diri. Waktu terbatas membuat mereka berusaha keras untuk terlibat dalam sebanyak-banyaknya proyek hingga mengekploitasi diri sendiri.

"Akhirnya jadi eksploitatif. Bukan mengolah sumber dia sendiri, bukan mengolah bahwa keahlian dia bukan cuma itu saja. Akhirnya, enggak semua orang beruntung punya akses ke ilmu yang baru. Bahwa enggak semua bergantung ke fisik atau popularitas dia saja,"

Gina telah menapaki dunia perfilman selama satu dekade terakhir. Sejak tahun lalu, dia menjadi produser film panjang untuk pertama kali lewat film Keluarga Cemara. Sebagai produser, Gina mengaku enggan bekerja sama dengan pemakai narkoba lantaran investasi film bisa hancur.

"Ada orang investasi, misal Rp5 miliar. Lalu kita cari bintang utama, tiba-tiba di tengah syuting  ditangkap. Hancurlah investasi Rp5 miliar. Sudah pasti di standar rumah produksi mana pun, ada klausul (kontrak) yang bilang: Dilarang menggunakan narkoba sepanjang mengerjakan film ini," ujar Gina.

"Pertama, secara legal kami tak mau urusan. Kedua, ngapain kami mempertaruhkan investasi ini? Jadi ya pasti produser mana pun enggak mau menggunakan aktris atau aktor pengguna narkoba. Ya bukan cuma narkoba ya, kejahatan lain juga. Ya itu enggak setimpal," imbuhnya.



Selebritas pemakai narkoba menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa yang ditangkap terkait narkoba adalah Fachri Albar, Roro Fitria, dan Dhawiya Zaida anak pedangdut Elvy Sukaesih. Bulan lalu Jennifer Dunn juga ditangkap karena memiliki dan memakai sabu. Hasil pemeriksaan dan asesmen menunjukkan mereka bukan pengguna baru.

Pada 2017, sedikitnya ada 13 selebritas pemakai narkoba ditangkap polisi, antara lain Ridho Rhoma, Pretty Asmara, dan Tio Pakusadewo.

Tio Pakusadewo dan 12 Selebriti yang Terjerat Kasus Narkoba Sepanjang 2017

 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA