Wave of Tomorrow Padukan Seni dan Teknologi

Cecylia Rura    •    20 Oktober 2018 07:08 WIB
Wave of Tomorrow
Wave of Tomorrow Padukan Seni dan Teknologi
Jumpa pers Wave of Tomorrow (Foto: Dok. Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Level7 bersama Bale Peoject menggelar festival teknologi bertajuk Wave of Tomorrow. Dalam acara ini, tema besar yang diambil adalah berkarya tanpa batas melalui perpaduan seni dan teknologi.

"Karena antusiasme masyarakat tehadap seni rupa, terutama zaman serba digital dan antusiasme masyarakat terhadap digital makin tinggi kayaknya ini berpotensi dijadikan festival. Akhirnya membuat sebagai wadah beberapa kreator menampilkan karya di luar batas," ujar Rega dari Bale Project di The Tribrata Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018.

Dalam festival ini ada sejumlah seniman yang karyanya dipamerkan dalam instalasi yaitu Nonotak, Sembilan Matahari, Maika Collective, Ageless Galaxy, Rebellionik dan Kinara Darma x Modulight.

Constellation Neverland dari Sembilan Matahari disajikan sebagai pembuka rute awal. Di sini Adi Panuntun selaku Founder, ingin mengadopsi cuaca huja, salju dan petir melalui gumpalan benang yang dibentuk sedemikian rupa melalui bantuan sinar UV dari LED.

"Suasana romantik juga sinematik tanpa menghadirkannya dalam format film yang kemudian kita sebut sebagai karya instalasi artwork."


Instalasi Rebellionix (Foto: Medcom/Cecylia)

"Idenya sederhana, sehari-hari kita engage dengan medium digita, TV monitor ,layar table, jadi interaksi kita dengan digital dimediasi oleh gadget. Immerse dengan kehidupan sehari-hari," kata Adi.

Selain Constellation Neverland, dua karya Adi yang lain yang ikut dalam instalasi ini yaitu The Tunnel dan Immerse.

Bob, kurator independen turut terlibat dalam festival ini. Menurutnya, seni adalah sebuah karya tanpa batas terlebih jika digabungkan dengan teknologi maka akan menciptakan sebuah seni kekinian.

"Wave of Tomorrow, apa yang terjadi di masa depan. Futuristik, line up creator menyajikan hal yang sampai beyond di Bumi, batasnya bicara soal luar angkasa. Hal yang sifatnga spekulatif di ranah media arts," ungkap Bob.

Selain pameran seni, ada juga sharing session bersama para pelaku seni juga panggung musik. Beberapa musisi yang turut terlibat dalam acara ini di antaranya Dipha Barus, Rayssa Dynta, Mantra Vutura, Nonotak (Shiro), Danilla, Weird Genius, Barasuara, Stars and Rabbit, Glenn Fredly , Dan Shake, Bradly Zero, Maliq & D' Essentials, Yura, The Groove, Tora, Skooo of Rap serta band Potret.

Festival new media art Wave of Tomorrow diselenggarakan mulai Sabtu, 20 Oktober hingga Minggu, 28 Oktober2018 di The Tribrata Jakarta mulai pukul 15.00 WIB pada hari kerja dan pukul 11.00 WIB pada akhir pekan (Jumat, Sabtu, Minggu).

Harga tiket untuk hari kerja sebesar Rp50 ribu dan untuk akhir pekan sebesar Rp100 ribu. Untuk info lanjut dapat diakses melalui laman www.waveoftomorrow.id.

 
(ELG)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

3 days Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA