Grup Lawak Bagito Kembali ke Pentas

Retno Hemawati    •    26 Oktober 2016 10:30 WIB
bagito
Grup Lawak Bagito Kembali ke Pentas
Kelompok Lawak BAGITO yang terdiri dari Didin, Miing dan Unang di studio foto Media Indonesia, Jakarta, Selasa (25/10/2016). MI/RAMDANI)

 Metrotvnews.com, Jakarta: Grup lawak trio Bagito yang beranggotakan Tubagus Dedi Gumelar (Miing), 58, Tubagus Didin Pinasti  (Didin), 56, dan Hadi Wibowo (Unang), 53, bakal tampil dalam Bagito Everlasting Memories Reunion di The Hall lantai 8, Senayan City, Jakarta, pada 2 November 2016. Sebanyak 600 undangan dibagikan bagi para sahabat Bagito.
 
“Penampilan Bagito nanti sebagai penanda kami kembali hadir menjadi media katarsis yang memindai ketidakadilan, keterpurukan ekonomi, kembali menjadi penyejuk. Kami menjadi reflektor yang memotret kehidupan masyarakat,” kata Miing, membuka perbincangan kemarin di kantor Media Grup, Kedoya, Jakarta Barat.
 
Dia menambahkan Bagito juga ingin menjadi media penyadaran perilaku atas tidak berbudayanya masyarakat saat ini. Menurut mereka, kemampuan secara ekonomi sering tidak diimbangi dengan kesadaran budaya yang baik, contohnya perilaku berkendara yang buruk.
 
Bagito ingin dengan kehadiran mereka dalam rangka ulang tahun ke-38 itu akan tumbuh sebuah kesadaran dan kecerdasan melalui potret yang dipantulkan kepada publik melalui media humor. Mereka mengakui tidak lagi mengejar popularitas atau finansial. Bagito merasa popularitas sudah lewat dari sisi usia.
 
“Kami juga tidak mengejar dari sisi ekonomi, 14 tahun tidak melawak tidak jadi miskin juga karena rezeki, Tuhan yang mengatur. Tapi ada yang mengganjal, haruskah kita diam saja dengan kondisi saat ini?” tanya Miing.
 
Bagito yang dulu aktif mengkritisi pemerintah di zaman Orde Baru merasa keberadaan mereka sebagai seniman dipertaruhkan dengan cara tidak boleh diam.
 
 “Zaman Orde Baru dengan paradigma ketakutan, Bagito-lah yang paling aktif, melawak dan mengkritik.”
 
Bagito, menurut mereka, mempunyai jejak langkah yang menancap di Indonesia dan bukan pelawak yang ecek-ecek. Kita cerdas, berani, kritis, urusan dengan pemerintah pun kami hadapi. “Kita sering dipanggil Kodam
Jaya, dicekal TVRI tidak boleh manggung, dan terakhir dengan Gus Dur pada 2000,” kenang Miing.
 
Dokumentasi
 
Didin rupanya menjadi orang yang yang rajin untuk menyimpan rupa-rupa dokumentasi Bagito.
 
“Saya simpan semua dari kliping kecil berita di media massa, dokumentasi pentas, dan siaran dari 1978 hingga 2004. Semua rapi, dalam kondisi baik, dan akan dipertontonkan juga saat kami pentas nanti,” kata Didin.
 
Pentas itu juga akan dimeriahkan dengan penampilan Krisdayanti, Iis Dahlia, dan beberapa komedian yang turut berkembang bersama dengan Bagito seperti Rheina Ipeh, Cici Tegal, Abdel Achrian, dan Cut Butet Harilda.
Ada juga penampilan khusus dari penyanyi sekaligus politikus Tantowi Yahya dan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram yang akan menyumbang suara dalam segmen Kado dari Sahabat.
 
Tidak hanya menerima kado, dalam acara itu, Bagito juga akan memberikan Bagito Awards untuk tujuh orang atau komunitas yang membuka jalan bagi karier mereka di dunia lawak, di antaranya radio Geronimo, Darwis Triadi, FX Mulyadi, dan Ishadi SK.


(FIT)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA