Ine Febriyanti Gelisah karena Intoleransi

Media Indonesia    •    15 November 2016 12:35 WIB
ine febriyanti
Ine Febriyanti Gelisah karena Intoleransi
Ine Febriyanti (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi politik nasional yang memanas belakangan ini ternyata turut mengusik' pikiran aktris Sha Ine Febriyanti.

Menguatnya intoleransi antarumat beragama pada masa kampanye pilgub DKI Jakarta membuatnya tergelitik untuk tahu lebih banyak mengenai dunia politik.

"Saya sebenarnya apatis terhadap politik, tapi melihat kondisi di Jakarta belakangan ini, saya jadi punya kegelisahan terkait intoleransi. Otomatis jadi pengin tahu lebih banyak tentang politik," ujar Ine saat ditemui seusai acara bertajuk Bincang Kebangsaan: Indonesia Tanah Air Kita, di Jakarta.

Ine pun punya analisis sendiri terkait dengan menguatnya intoleransi di antara umat beragama yang terjadi belakangan ini.

Menurut Ine, kurangnya adab para pemegang gadget dan pengguna media sosial dalam berkomunikasi menjadi salah satu penyebabnya.

"Kita tiap hari dapat 'teror' dari pagi sampai sore. Banyak sekali anak kecil, remaja, atau bahkan orang dewasa yang terpapar berita bohong dari media sosial. Gadget-gadget itu yang bikin kita apatis dengan kehidupan sosial dan perbedaan di sekeliling kita. Barangkali itu yang bikin toleransi terkikis," kata bintang film Nay itu.

Bagi Ine, pilihan politis harus didasarkan pada hitung-hitungan yang logis.

Meskipun tidak sepenuhnya setuju dengan sikap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kadang terkesan arogan dan kasar, menurut Ine, Ahok telah berbuat banyak bagi warga Jakarta.

"Mungkin kata-katanya bisa dibilang kasar, tapi kita bisa lihat banyak yang sudah dilakukan Ahok. Membangun infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan. Ahok juga berpihak kepada rakyat kecil. Banyak yang hal dulu enggak ada kini bisa dinikmati masyarakat Jakarta," terang pemain teater itu.

Dukung Ahok

Sebagai seorang muslimah, Ine mengalami dilema soal memilih calon gubernur yang tak seagama.

Karena itu, Ine meminta referensi dari seorang ulama yang ia kenal.

Dengan mengutip sang ulama, Ine mengatakan, tidak ada masalah jika dia memilih Ahok untuk kembali menduduki kursi DKI 1.

"Saya tanya, 'salah enggak kalau saya suka Ahok dan milih dia untuk jadi gubernur?' Ulama itu bilang, 'Ahok itu bukan pemimpin, tapi bekerja buat kita. Dia itu pelayan warga Jakarta.' Pemimpin itu ya ulama dan suami kita. Jadi, menurut saya, enggak ada kaitannya Surah Al Maidah itu dengan pilihan kita," ujar ibu tiga anak itu.

Lebih jauh, Ine mengatakan kesadaran bertoleransi harus ditanamkan bagi semua, bahkan sejak dini.

Karena itu, ia pun membiasakan anak-anaknya untuk hidup membumi, mengenal kesederhanaan, dan menghargai perbedaan.

Tak jarang Ine mengajak anak-anaknya bertualang ke perdesaan dan melihat langsung kehidupan para petani di sana.

Dalam perjalanannya, Ine pun lebih memilih transportasi umum sehingga anak-anaknya bisa melihat langsung kehidupan nyata di luar rumah mereka.

"Meskipun ada fasilitas, kadang saya naik kereta atau transportasi umum lainnya. Sebagai ibu, saya ingin ajarkan supaya mereka harus menginjak bumi, melihat kesederhanaan hidup di desa, para petani, dan mengerti arti toleransi," tuturnya.


 
(ELG)