Masa Kecil Kelam Chester Bennington

Agustinus Shindu Alpito    •    21 Juli 2017 08:09 WIB
linkin park
Masa Kecil Kelam Chester Bennington
Vokalis Linkin Park Chester Bennington. Foto: Linkinpark.com.

Metrotvnews.com: Vokalis Linkin Park Chester Bennington diketahui memiliki masa kecil yang kelam. Dia tumbuh besar di Kota Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Berbagai kejadian buruk menimpanya di usia yang sangat muda.

“Saya tidak ingin terkesan saya seorang yang mengalami hidup paling buruk di dunia, tetapi tidak banyak hal menyenangkan (saat kecil). Saya tumbuh dengan penuh ketakutan dan kesepian. Saya mulai dianiaya saat saya berusia tujuh atau delapan tahun,” kata Chester, seperti dilansir dari TeamRock.com.

Chester dirundung oleh teman sebaya dan seseorang yang beberapa tahun lebih tua darinya. Dia menggambarkan peristiwa perundungan yang dialaminya sebagai sesuatu yang gila. 

Dia dipaksa melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukannya. Hal itu membuat mental Chester hancur, dan dia kehilangan kepercayaan dirinya.

“Saya sangat takut untuk mengatakan apapun. Saya tidak ingin orang berpikir saya seorang gay atau saya berbohong, tetapi itu adalah pengalaman yang mengerikan.”

Orangtua Chester cerai ketika dia berusia 11 tahun. Kemudian, dia tinggal bersama ayahnya.

“Saya merasa ditinggalkan oleh ibu saya. Kondisi emosi ayah saya juga tidak stabil kala itu, dan saya tidak dapat mengubah apa-apa, setidaknya begitulah apa yang saya rasakan saat muda.”

Masa-masa sulit itu dilalui Chester dengan banyak menulis, menulis puisi, juga pelarian pada obat-obatan. Mulai dari amphetamine, ganja, kokain, juga alkohol.

Chester bahkan mengonsumsi obat-obatan dengan sangat brutal. Sehari-hari, dia menghirup sabu dan kemudian merokok opium. 

Baca: Vokalis Linkin Park Meninggal Dunia

Dalam wawancara dengan Metal Hammer, pada 2016, Chester mengaku mengonsumsi acid setiap hari saat dirinya baru berusia 11 tahun. “Saya (pernah) mengonsumsi sangat banyak acid dan saya terkejut ternyata saya masih bisa bicara! Kemudian saya menghirup banyak kokain, sedikit sabu dan kemudian duduk menikmati dan merasakan kegilaannya.”

Jadi pecandu berat, membuat fisik Chester terlihat kurus. Dia bercerita, ibunya pernah menyebut dirinya terlihat seperti tawanan Yahudi di kamp Auschwitz. Chester pernah berusaha menekan rasa kecanduannya pada obat-obatan dengan merokok ganja.

Baca: Chester Bennington Bunuh Diri di Hari Ultah Chris Cornell

Bunuh diri Chester pada Kamis, 20 Juli 2017, menimbulkan kembali anggapan bila dia belum mampu lepas sepenuhnya dari jerat narkotika. Sejauh ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab Chester mengakhiri hidupnya. 

Chester meninggal pada usia 41 tahun. Ironisnya, Chester gantung diri di hari ulang tahun almarhum Chris Cornell. Chester dan Cornell bersahabat dengan baik. Cornell juga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, pada Mei lalu.


(OGI)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA