Fatin Shidqia Lubis Keluar dari Zona Nyaman

Retno Hemawati    •    29 Mei 2017 09:45 WIB
fatin shidqia lubis
Fatin Shidqia Lubis Keluar dari Zona Nyaman
Fatin (Foto: Metrotvnews.com/Dwi Ayu R)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pekan lalu, Rabu (23/5), Fatin Shidqia Lubis, 20, baru saja merilis single religi terbaru. Untuk single kelima, penyanyi berhijab yang dikenal dengan suara serak itu memilih Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Bukan sembarangan, lagu itu liriknya ditulis Taufik Ismail yang sempat dipopulerkan almarhum Chrisye.

Single Fatin sebelumnya ialah KekasihMu  (2013), Cahaya Di Langit Itu  (2013), Oh Tuhan  (2014), dan Proud of You Moslem  (2014).

Single Ketika Tangan dan Kaki Berkata  itu diaransemen kembali oleh Tohpati.

Pemilihan lagu itu pun telah melalui berbagai pertimbangan. Fatih akhirnya menjatuhkan pilihan pada lagu yang berkisah soal pertanggungjawaban di akhirat itu.

"Karena lagu ini cukup berkesan untuk aku dan membuat aku harus keluar dari zona nyaman. Jadi, aku memilih ini," jelasnya.

Alih-alih merasa terbebani karena harus menyanyikan lagu yang sebelumnya dipopulerkan Chrisye, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat X Factor Indonesia itu justru merasa bersyukur dan senang. Dalam pandangannya, setiap musikus pasti akan merasakan hal yang sama kalau diberi kesempatan menyanyikan lagu almarhum Chrisye.

Lebih lanjut, dia meyakini setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda.

Fatin mencoba menyajikan lagu ini dengan versi yang baru dan bersyukur dengan siapa pun yang menyukainya.

"Aku sudah akrab dengan lagu ini sejak kecil. Kombinasi yang sempurna antara musik dan liriknya. Alhamdulillah sebuah kehormatan ketika membawakan kembali lagu yang melegenda dan abadi ini," jelas Fatin.

Fatin tidak mempunyai kendala yang berarti ketika proses rekaman. Kolaborasinya dengan Tohpati juga memudahkannya untuk cepat mengadaptasi lagu ini.

Ramadan

Kecintaan Fatin pada dunia menyanyi tidak membatasi pekerjaan selama Ramadan. Apalagi, kehadiran single terbarunya jelang puasa mengindikasikan ia siap tampil setiap hari.

"Menurut aku, menyanyi salah satu hal termenyenangkan untuk dilakukan. Jadi, aku pengin nyanyi tiap hari kalo bisa," aku Fatin kepada Media Indonesia, kemarin.

Keputusan Fatin tidak membatasi pekerjaannya selama Ramadan itu berbeda dengan sebagian selebritas yang mengurangi pekerjaan selama puasa demi bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang terkasih.

"Alhamdulillah, aku dikelilingi orang-orang yang sangat fleksibel dengan jadwalku, dan aku tidak ingin ada perasaan pekerjaan 'menggangguku', karena ini yang aku suka," jelasnya.

Sosok yang amat dirindukannya ialah opungnya di kampung halaman. Keluarga mereka biasanya mudik dua tahun sekali, jelang akhir-akhir bulan puasa.

"Opungku tertawanya khas dan pembuat lemang terenak, Ramadan sangat mengingatkan aku akan opung," ujar Fatin terkenang orang terkasihnya itu.

Penyanyi yang tercatat sebagai mahasiswi jurusan Performing Art Communications London School of Public Relations itu menyebut kampusnya memiliki jadwal yang cukup sesuai dengan kesibukannya.

"Aku kuliah siang dari pukul 13.00-17.00, setiap Senin sampai Kamis. Jadi, kalau ada acara, bisa diisi di luar jam itu," ungkapnya.

Menurutnya, jurusan performing art communications sangat bisa diaplikasikan dalam karier bermusiknya karena memberikan teori dan praktik di dalam dunia seni. Di antara yang paling berkesan baginya ialah proyek teater di kampus.

Dengan segudang aktivitas, Fatin tidak khawatir staminanya berkurang. Meski terdengar klise, dia yakin kalau kita senang melakukan apa yang kita suka, badan kita akan terbawa.

"Jadi lebih enggak begitu berasa capeknya," cetusnya.

Di hari pertama puasa, misalnya, Fatin yang sahur dengan menu sayur bening dengan tahu dan tempe itu merasa tidak terlalu lapar. Kalaupun memang agak terasa haus, dia merasa itu hanya karena baru hari pertama.

"Selanjutnya akan lebih biasa, amin!" pikirnya yakin.

Tidak ada yang khusus disantap keluarganya. Biasanya selain jus buah, ada sayur bening.

"Ini sebenarnya bukan wajib, melainkan Mamaku keseringan bikinnya itu," ungkapnya jujur.

Selain kuliah dan bernyanyi, di Ramadan tahun ini Fatin berharap bisa meningkatkan kualitas ibadahnya.
Dia berharap setidaknya bisa mengkhatamkan Alquran selama bulan suci ini.

Sementara itu, saat ditanyai soal harapannya pada Ramadan tahun ini, dia memiliki harapan untuk semua orang.

"Semoga setiap orang bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan semua amal dan maafnya diterima Tuhan, amin," pungkasnya.


(DEV)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

4 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA