Berpose di Holocaust Memorial, Begini Pembelaan Syahrini

Purba Wirastama    •    25 Maret 2018 12:55 WIB
syahrini
Berpose di Holocaust Memorial, Begini Pembelaan Syahrini
Syahrini (Foto:Antara/Teresia May)

Jakarta: Tindakan Syahrini yang terekam di media sosial kembali memicu kontroversi ketika Kamis lalu, dia berpose untuk foto dan video di Holocaust Memorial, Berlin, Jerman. Dalam tiga pos terbaru di Instagram sejak Sabtu malam, Syahrini memberikan klarifikasi dan pembelaan atas tindakannya.

"Aku sangat memahami kritik karena posku di Instagram tentang monumen Holocaust di Jerman," tulis selebritas usia 35 ini dalam keterangan foto di akun @princessyahrini, Sabtu, 24 Maret 2018.

"Namun aku ingin memperjelas ke setiap orang, bahwa aku benar-benar tidak bermaksud tidak sopan atau menyerang siapapun atau agama siapapun. Aku pergi ke Memorial sebagai turis, dan seperti banyak turis lain di sana, aku takjub atas desainnya dan ingin mengambil foto dan video. Sekarang aku paham bahwa tindakan ini tidak tepat," lanjutnya.

Dua hari sebelumnya, Syahrini mengunggah video Instagram Stories dirinya di lorong balok-balok Memorial. Syahrini tertawa lantaran teman pikniknya mengeluhkan memori penyimpanan ponsel berkamera yang sudah penuh. Setelah itu dia berpose dan menunjukkan lokasi tempat mereka berada.

"Foto bisa ya? Bagus ya. Di tempat Hitler bunuh-bunuhan dulu," kata @princessyahrini yang punya pengikut lebih dari 20 juta pengguna Instagram.

Video ini direkam ulang dan disebarkan di Twitter oleh Riyan Wahyudi (@riyanwahyudi), yang berharap orang-orang tak seperti Syahrini. Hingga Minggu pagi, video telah ditonton lebih dari 200 ribu kali dan menuai beragam komentar. Kebanyakan mengecam tindakannya.

 
Selain video Stories, Syahrini juga sempat bebagi foto mereka berpose di atas balok "nisan". Dalam keterangan foto, dia menyebut hendak bertemu dokter di Jerman untuk cek medis. Foto ini segera dihapus tak lama setelah menuai reaksi negatif. Pengguna Twitter @andikaedwin sempat menyimpan dan membagikan foto tersebut.
Media lokal Jerman Berliner Morgenpost ikut menyorot kontroversi ini. Dalam artikel di morgenpost.de, mereka melaporkan bahwa penyanyi asal Indonesia memicu kemarahan di negaranya sendiri karena tindakan tak sensitif.

Dalam klarifikasinya di @princessyahrini, Syahrini menuturkan bahwa ungkapan "bagus ya" tak merujuk ke tragedi Holocaust, melainkan ke desain memorial tersebut. Dia menyebut orang-orang tak mengutip perkataannya sebagaimana mestinya. Namun dia juga mengaku telah mendapat pelajaran dari kejadian ini.

"Sayangnya, orang-orang tidak mengutip secara tepat apa yang sebenarnya aku katakan dan maksud. Tentu saja, Holocaust adalah sebuah tragedi mengerikan dan menyeramkan – dan Memorial dibangun sebagai pengingat kita semua, betapa penting melawan secara agresif semua bentuk kebencian, rasisme, dan sikap fanatik, serta bagaimana kita seharusnya melakukan yang terbaik untuk melindungi hak asasi dan kebebasan beragama setiap manusia," tutur Syahrini.

"Jika aku telah punya fokus ke situ bagaimana seharusnya selama berkunjung, aku akan bertingkah laku secara berbeda. Aku belajar dari pengalaman ini dan berharap orang-orang juga belajar dari pengalamanku," lanjutnya.

Namun tampaknya Syahrini tidak nyaman dengan beragam komentar yang dia terima di media sosial. Dalam penutup, Syahrini menyebut bahwa kebencian, kemarahan, dan kecemburaan adalah hal-hal yang sangat berbahaya dalam masyarakat. Menurutnya, gejala itu terlihat dari beberapa komentar yang merujuk ke tindakannya di Holocaust Memorial.

• I Fully Understand The Criticism Caused By My Instagram Posts About The Holocaust monument In Germany ! ... But I want to make it clear to everybody that I truly never meant to disrespect or offend anybody or anybody’s religion ... I went to the Memorial as a tourist and, like so many other tourists there, was amazed at the design of it and wanted to take pictures and video ... I now understand that this was not appropriate .. Also, in the video I posted on Instagram that has caused so much controversy, I did not Mean to Say “BAGUS” (Indonesian for “nice!”) to refer to the Holocaust, But to the impressive design of the Memorial ! ... Unfortunately, others have not been accurate in reciting what I actually said and meant ... Of course, the Holocaust was a horrible and terrifying tragedy – and the Memorial serves as a reminder to us all of how important it is to oppose aggressively all forms of hatred ... Racism and bigotry and how we must do our best to protect everybody’s human rights and religious freedoms ... If I had focused on that as I should have during my visit, I would have behaved in a different way ... I have learned from this experience and I hope others have learned from my experience too ! ... Hate,anger and jealousy are very dangerous components in society, history shows this and unfortunately currently still is showing in other parts of the world or even on social media as you have been seeing in some reactions on my post.We should be careful with this subject as it can lead to horrible situations ! ________________\\\\______________ #PrincesSyahrini #Budapest_24Maret2018 #Hungary

A post shared by Syahrini (@princessyahrini) on Mar 24, 2018 at 1:40am PDT


Pembelaan Syahrini tak berhenti di situ. Pagi ini, dia menyebarkan ulang video yang yang disebar oleh pengguna Instagram @andysuryandi. Andy mengaku sebagai orang Indonesia yang telah tinggal lebih dari 10 tahun di Jerman. Dia menyebut bahwa berpose untuk foto dan video media sosial di Holocaust Memorial seperti Syahrini juga dilakukan turis-turis lain. Menurut Andy, tindakan Syahrini tidak memicu kehebohan di Jerman.

"Di Jerman sendiri tidak terjadi apa-apa, enggak heboh, enggak kayak di Indonesia. Orang Indonesia sendiri malah menyebarkan kebencian dan malah menghebohkan hal tersebut. Sebenarnya orang Indonesia itu bersaudara dan harus saling dukung satu sama lain," tukas Andy.

Pos Instagram ini disertai dengan beberapa foto turis lain yang sebelumnya telah tersebar di internet. Menurut Andy, Jerman tak memberikan rambu larangan berfoto di sana.
 

Situs web resmi yayasan pengelola memorial (stiftung-denkmal.de) menyebut Holocaust Memorial dibangun untuk menghormati dan mengenang jutaan orang-orang Yahudi korban pembantaian Nazi di Jerman. Instalasi seluas 1,9 hektar ini dirancang oleh arsitek Peter Eisenman. Ada 2711 balok berbahan beton dengan tinggi berbeda-beda.

Ukuran dan jumlah ini tidak punya makna simbolik tertentu karena menurut Peter, segala upaya untuk menggambarkan kekejaman dan kengerian Holocaust dengan cara tradisional tak akan pernah cukup. Dia pun membuat rancangan abstrak yang terbuka bagi interpretasi. Makna paling umum, memorial ini adalah kuburan atas jutaan korban yang entah dikuburkan di mana.

Dalam selebaran yang dibuat oleh yayasan pengelola memorial, tertulis beberapa panduan dan aturan bagi pengunjung Holocaust Memorial. Mereka melarang pengunjung naik ke balok atau melompat dari satu balok ke balok lain. Pengunjung juga dilarang berisik, merokok, dan minum alkohol selama berada di memorial.

Pada sisi timur lapangan balok, ada ruangan pusat informasi. Yayasan menyebut bahwa fasilitas ini mampu mengimbangi sisi abstrak dari instalasi memorial. Lewat foto dan video, pengunjung bisa mendapat informasi lebih jelas mengenai tragedi Holocaust.


(DEV)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA