Triawan Munaf Pernah Dilema saat Mengizinkan Sherina Terjun ke Industri Musik

Cecylia Rura    •    23 November 2017 11:07 WIB
sherina
Triawan Munaf Pernah Dilema saat Mengizinkan Sherina Terjun ke Industri Musik
Triawan Munaf Pernah Dilema Izinkan Sherina Terjun ke Industri Musik (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Jakarta: Sebagai musisi dan orangtua langsung dari musikus Sherina, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf mengungkapkan pengalamannya saat mengizinkan sang putri berkiprah di industri musik dan film.

Baginya, ada fakta abu-abu sekaligus dilema yang membuatnya kala itu harus membatalkan semus kontrak dengan berbagai pihak.

"Untuk bisa membuat lagu dan film Sherina pada saat itu sukses, mau enggak mau harus masuk ke industri pop. Enggak cocok dengan anak-anak sebetulnya," jelas Triawan dalam diskusi di @america, Pacific Place Mall, Jakarta, Rabu, 22 November 2017.

Menurutnya, ada banyak komitmen dan kontrak yang seharusnya tak dijalankan oleh anak-anak usia belia. Triawan mencontohkan, ketika Sherina dijadwalkan bernyanyi pukul sembilan malam, terkadang bisa mundur hingga pukul 11 malam.

"Anaknya sudah tidur. Bangun lagi untuk nyanyi, sangat tidak sehat," sambungnya.

Di satu sisi, ia merasa dilema ketika anak-anak membutuhkan variasi lagu dan film sehingga harus ada yang dikorbankan.

Triawan kemudian mengimbau kepada semua orang tua agar lebih berhati-hati dalam mengembangkan talenta anak.

"Kepada orang tua yang ingin anaknya terkenal secara natural (lewat bakat), hati-hati," tukasnya.

Sejak era Sherina bermusik, hingga kini belum ada lagi musik anak-anak sepopuler album Andai Aku Besar Nanti.
(DEV)