Noe "Letto" Beri Usulan untuk Kemenaker

Retno Hemawati    •    09 Mei 2017 10:34 WIB
Noe
Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggandeng grup musik Slank untuk mengembangkan aplikasi ketenagakerjaan Join Kandidat, kini mereka mencoba menjajaki kerja sama dengan vokalis Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disebut dengan panggilan Noe, 37. Kerja sama keduanya terkait dengan aplikasi tenaga kerja Indonesia (TKI).
 
Aplikasi daring yang dirancang itu dapat diunduh melalui ponsel cerdas dan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai media komunikasi dan informasi bagi TKI dan keluarganya.
 
Karena sifatnya sebagai media sosial, rekan-rekan seprofesi bisa merespons dan mengatasi permasalahan yang sifatnya ringan di antara sesama TKI. “Kita harapkan aplikasi ini dapat meningkatkan perlindungan terhadap TKI kita di luar negeri. Keluarga TKI yang berada di Tanah Air dapat lebih mudah berhu­bung­an secara daring,” kata Noe.
 
Dia pun membayangkan, kelak saat terjadi masalah bisa direspons dengan cepat. “Bayangan saya nanti, respons atas suatu masalah kalau bisa ditangani teman-teman dia sendiri itu lebih cepat dengan aplikasi ini. Misalnya, masalah kesehatan, tiba-tiba TKI merasa pusing dan dia tidak tahu harus beli obat di mana. Lalu, temannya TKI lain yang menggunakan aplikasi bisa merespons, memberi tahu kamu di daerah ini ya bisa beli obat di sini atau apa,” kata dia.
 
Noe menjelaskan, meski baru sebatas usulan yang disampaikan pada Kemenaker, dirinya ingin nantinya aplikasi TKI ini akan meningkatkan perlindungan terhadap TKI di luar negeri. “Ini sebenarnya tadi baru berbincang-bincang informal layaknya rakyat yang berbicara kepada pemerintah dan menyampaikan usulan. Intinya kami sama-sama ingin antara TKI dan pemerintah, juga sesama saudara-saudara TKI, direngkuh bersama,” jelas Noe.
 
Mengkaji sistem
Apa yang di­nya­takan Noe, seiring sejalan dengan apa yang dikatakan Menteri Ketenaga­kerjaan (Mena­ker) M Hanif Dhakiri. Menurutnya, manfaat aplikasi tersebut agar keluarga TKI bisa berkomunikasi dan mengetahui posisi keluarganya yang sedang be­kerja di luar nege­ri. “Jikalau TKI berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bisa diketahui posisinya secara akurat oleh keluarganya di Tanah Air,” katanya seusai menerima Noe di Kantor Kemenaker, kemarin.
 
Menaker menjabarkan lebih lanjut, aplikasi tadi juga terdapat fasilitas untuk mengabarkan apabila terjadi keadaan yang tidak baik pada TKI. Misalnya TKI ada masalah, baik sifatnya kriminal, kesehatan, perlakuan tidak baik dari majikan, atau apa pun lah itu bisa dikabarkan melalui apli­kasi tersebut ke keluarganya atau lingkungan terdekatnya sesama TKI. “Aplikasi baru tersebut harus terintegrasi dengan aplikasi dan sistem informasi dan komunikasi yang sudah dibangun pemerintah saat ini sehingga tidak menimbulkan kerancuan atau miss communication maupun tumpang-tindih dengan sistem yang sudah ada.”
 
Ia pun meminta jajaran Kemenaker untuk mengkaji sistem aplikasi ini agar manfaat dari sistem aplikasi ini bisa direalisasikan secepatnya. “Kita akan melakukan penda­­lam­an dan bagaimana secara teknis aplikasi yang tadi dipresentasikan itu segera direalisasikan,” paparnya.

(DEV)

Adrian Yunan Merajut Asa

Adrian Yunan Merajut Asa

2 days Ago

Sore itu Adrian membagikan kisah lewat lagu yang terangkum dalam album debutnya, Sintas.

BERITA LAINNYA