Dira Sugandi, Wanda Hamidah dan Sejumlah Artis Deklarasi Kampanye "Pokoknya Jokowi"

Cecylia Rura    •    05 September 2018 16:52 WIB
wanda hamidahseleb bicara politikdira sugandi
Dira Sugandi, Wanda Hamidah dan Sejumlah Artis Deklarasi Kampanye
Deklarasi #PokoknyaJokowi di Sekretariat MPI, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 5 September 2018. (Foto: Medcom.id)

Jakarta: Jelang tahun pesta demokrasi, Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) menggandeng sejumlah publik figur seperti Paul T-Five, Dira Sugandi, Wanda Hamidah, Lea Simanjuntak dan sederet nama publik figur lain untuk ikut aktif dalam kampanye menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Mereka  menyasar empat kelompok pemilih yakni kaum milenial, perempuan, diaspora dan penyandang disabilitas.

Keputusan ini diambil berdasarkan data populasi kaum milenial mencapai angka 90 juta di tahun 2018, 35 persen di antaranya sudah cukup umur sebagai pemilih. Dalam keterangan pers kepada Medcom.id, pemilih perempuan dirasa memiliki kekuatan dan andil dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga.

"Yang di luar (negeri) mungkin tidak libur, jadi mereka harus mengeluarkan effort ke TPS untuk mencoblos. Kita di sini mengajak diaspora, meyakinkan apapun yang terjadi menggunakan hak pilih mereka," papar Dira Sugandi di Sekretariat MPI, Cilandak Jakarta Selatan, Rabu, 5 September 2018.

"Saya juga punya pengaruh. Itulah tugas kita untuk mengingatkan siapapun dari lapisan masyarakat manapun kalian harus menyiapkan waktu," imbuh Lea Simanjuntak.

MPI nantinya akan berkampanye menggunakan program online dan on-ground. Kampanye ini juga turut diramaikan dengan slogan POJOK atau singkatan dari tagar #PokoknyaJokowi. MPI melihat sosok Jokowi sebagai pemimpin yang patut dicontoh.

"Figur pemimpin yang kami lihat, figur yang menghargai keutuhan satu rumah tangga, keluarga. Bukannya radikal, tapi kita sudah firm banget. Sejak 2010, masyarakat MPI hadir di Indonesia. Pada 2014 Jokowi jadi presiden, kita melihat bahwa Jokowi adalah satu-satunya presiden yang benar-benar membawa perubahan buat Indonesia," papar Janner Clay Siahaan selaku ketua MPI.

Kampanye rencananya dimulai pada 27 September 2018. Sementara Pesta Kebangsaan akan dimulai pada November yang dihelat di beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, serta di luar negeri seperti Los Angeles.


 


(ELG)