Pertunjukan Octopus Coba Menepis Anggapan Teater Indonesia Sedang Stagnan

Elang Riki Yanuar    •    16 Agustus 2017 18:32 WIB
teater
Pertunjukan Octopus Coba Menepis Anggapan Teater Indonesia Sedang Stagnan
Octopus (Foto: dok. DKJ)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah sukses menghadirkan PostHaste karya Teater Payung, Djakarta Teater Platform (DTP) menampilkan Octopus karya Teater Poros di  Teater Kecil Taman Ismail Marzuki pada 14-15 Agustus 2017. Lewat pertunjukan ini, Komiter Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ingin menunjukkan jika teater masih eksis di Jakarta.

"Program ini berusaha menjawab anggapan bahwa kehidupan teater di Jakarta terpuruk sejak awal 2000-an dan kondisi teater di Indonesia yang stagnan karena tidak adanya platform untuk teater mendapatkan putaran balik antara gagasan, produk intelektual masa kini, respons publik maupun pasar," bunyi siaran pers yang diterima Metrotvnews.com.

Octopus karya Teater Poros mengangkat tema kekeraran yang dialami perempuan. Tema ini berangkat dari riset yang dilakukan Teater Poros di internet. Pemetaan ini mendapat bandingan sejarah masa lalu kawasan Senen, Jakarta yang penuh dengan kekerasan.

"Pasar Senen merupakan tempat bertemu para pedagang, politikus, seniman, wartawan, pekerja seks, calo, maupun penjahat dari berbagai sub-etnis. Octopus adalah representasi kasus kekerasan yang telah menggurita di Indonesia," terangnya.

Para pemain yang terlibat di Teater Poros pun sudah akrab dengan kondisi Senen dan sekitarnya. Teater Poros yang berdiri sejak Oktober 1990 memang tumbuh dan berkembang di kawasan padat sekitar Senen, Cempaka Putih dan Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Teater Poros berinisiatif membuat pertunjukan yang dapat memeri ruang kepada anak-anak sekolah untuk melihat teater sebagai media yang terbuka. Octopus menawarkan kepada penonton sesuatu yang baru. Selain berangkar dari riset, naskah juga berasal dari elaborasi antara riset dengan kefasihan biografis masing-masing aktor dan alur pertunjukan yang tak lagi linear," jelasnya.


 


(ELG)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

1 day Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA