Hindari Godaan Pakai Narkoba, Rian D'Masiv: Ingat Rumah

Purba Wirastama    •    23 Februari 2018 13:47 WIB
artis dan narkoba
Hindari Godaan Pakai Narkoba, Rian D'Masiv: Ingat Rumah
Rian D'Masiv (Foto: MI/Sumaryanto)

Jakarta: Vokalis grup musik D'Masiv Rian Ekky Pradipta menyebut konsumsi narkoba sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan dan relasi dengan keluarga. Rian mengaku selama ini terhindar dari godaan memakai obat terlarang karena dia ingat untuk selalu pulang ke rumah.

"Rian kan tidak alkohol juga, tidak merokok juga, apalagi itu (narkoba)," kata Rian kepada Medcom.id saat dihubungi lewat telepon, Rabu, 21 Februari 2018.

"Kenapa begitu? Kalau aku pergi jauh, selalu ingat rumah, selalu pulang ke rumah, selalu minta doa restu orang tua, dan alhamdullilah punya teman-teman yang sama kayak Rian. Ya memang balik lagi ke diri sendiri, dengan siapa kita bergaul, dengan siapa kita ngobrol. Alhamdullilah Rian dikelilingi teman-teman yang kasih energi baik," lanjutnya.

Rian mencontohkan, saat adzan dia dan teman-teman saling mengingatkan untuk salat. Hal kecil ini menjadi energi positif yang bisa memberi pengaruh baik satu sama lain. Dia bersama kawan dari D'Masiv bahkan rutin mengadakan pengajian bersama tiap bulan. Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan agama serta menjauhi narkoba.

"Balik lagi ke diri sendiri. Kalau kita bergaul dengan orang-orang yang enggak benar, mungkin bisa jadi enggak benar juga. Kecuali kita punya iman kuat, ya itu beda cerita. Setan menggoda dari semua lini, dari sini enggak bisa, ya dari sini. Yang baik saja bisa tergoda," ujarnya.

Menurut Rian, konsumsi narkoba seperti sebuah hobi yang punya komunitas masing-masing. Sesama pegiat hobi akan saling 'meracuni' untuk terus membeli atau melakukan hal yang jadi kesukaan. Misalnya, hobi koleksi piringan hitam musik.

"Saya suka ngumpulin piringan hitam, teman-teman saya (penyuka) piringan hitam semua. Akhirnya saya diracuni pengen beli terus. Itu hanya hobi. Sama sebenarnya, kalau kita punya lingkungan hobi narkoba, kita bisa mencoba narkoba juga. Jadi balik lagi, kita pilih-pilih teman. Teman-teman ini bisa menjerumuskan kita atau enggak? Ya pintar-pintar kita milih teman bergaul," ungkap Rian.

Rian menampik bahwa tekanan besar industri hiburan terhadap para pelaku punya pengaruh signifikan terhadap konsumsi narkoba. Lagi-lagi, kata Rian, semua kembali ke kontrol terhadap diri sendiri.

"Enggak ada pengaruh (dari industri hiburan). Itu murni niat masing-masing," ucapnya.

"Balik lagi ke diri sendiri, menyikapi apa yang sudah didapat. Contoh, saya main musik ya buat senang-senang, bukan menjadi satu tekanan. Biasanya kalau orang pulang ke rumah, dekat dengan keluarga, jiwanya damai tenang, biasanya enggak mungkin menyentuh barang-barang kayak begitu. Lingkungan berpengaruh banget. Pandai-pandai bergaul saja," tukas Rian.

Selebritas pemakai narkoba menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa yang ditangkap terkait narkoba adalah Fachri Albar, Roro Fitria, dan Dhawiya Zaida anak pedangdut Elvy Sukaesih. Bulan lalu Jennifer Dunn juga ditangkap karena memiliki dan memakai sabu. Hasil pemeriksaan dan asesmen menunjukkan mereka bukan pengguna baru.

Pada 2017, sedikitnya ada 13 selebritas pemakai narkoba ditangkap polisi, antara lain Ridho Rhoma, Pretty Asmara, dan Tio Pakusadewo.



 


(ELG)