Chiki Fawzi: Rumah Tanpa Buku, seperti Rumah Tanpa Jiwa

Pelangi Karismakristi    •    08 Mei 2017 07:01 WIB
bukuuntukindonesia
Chiki Fawzi: Rumah Tanpa Buku, seperti Rumah Tanpa Jiwa
Chikita Fawzi. Foto: MI/ Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Muda dan bertalenta, itulah kesan yang melekat pada Chiki Fawzi. Putri dari pasangan selebritas Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini dikenal sebagai seorang animator sekaligus penyanyi. Ia juga piawai melukis, menulis lagu, menyanyi dan bermain alat musik.

Talenta dara pemilik nama lengkap Marsha Chikita Fawzi itu tak diperoleh dalam sekejap. Sejak kanak-kanak ia mengasah kemampuan diri. Dimulai dari sebuah hal sederhana yang rutin dilakukannya yaitu membaca buku.

Chiki tertular kegemaran membaca dari ibunda, yang memang sangat suka membaca buku. Di rumah mereka tersedia banyak sekali buku bacaan. Bahkan, ada satu ruangan yang dikhususkan sebagai perpustakaan.

"Menurut ibuku, kalau di rumah tidak ada buku, rumah jadi seperti enggak ada jiwanya. Makanya, ibu selalu menyediakan buku hampir di setiap sudut rumah. Ibu suka banget beli buku sejarah Islam, dan aku ikut baca. Ya karena ibu, aku jadi suka baca buku. Sampai sekarang, kami kalau belanja buku banyak," ucap Chiki.

Melalui membaca, gadis 28 tahun itu memetik manfaat. Pengetahuan dan wawasannya bertambah, perspektifnya pun kian luas. "Aku jadi seperti merasa lebih banyak insight tentang kehidupan. Lebih pintar, cermat dan melihat dunia itu dalam banyak sudut pandang (perspektif)," tuturnya.

Berbicara mengenai genre buku favorit, Chiki menyukai buku tentang enterpreneur, pengembangan kreativitas, dan buku tentang bagaimana memengaruhi orang. Kini, ia sedang gemar membaca buku karya Ustaz Salim A Fillah. Salah satunya yang berjudul Lapis-lapis Keberkahan.

"Baca buku Ustaz Salim A Fillah bikin aku jadi tahu bagaimana cara membuat hidup menjadi semakin berkah. Bukan hanya mengejar materi semata. Aku juga suka baca buku Yoris Sebastian," tutur Chiki.

"Dan karena aku dulu animator, aku suka baca buku John Lasell, dan buku director Pixar. Aku baca bagaimana mereka (Pixar) bikin IT menjadi sebuah kehidupan, dan bagaimana mereka membangun company," ucap pelantun lagu Bulan di Telinga ini.

Pada era teknologi digital sekarang ini, membaca buku pun bisa dilakukan melalui buku digital (e-book) di gadget. Namun, berbeda dengan Chiki. Ia mengaku lebih senang membaca buku fisik. Dia rela membawa buku di tasnya, ketimbang membaca e-book melalui gadget yang lebih praktis.

"Aku lebih suka baca buku yang bisa aku cium-cium. Mungkin aneh ya, karena aku suka bau kertas,” kata Chiki seraya tertawa. "Aku sekarang sering beraktivitas di luar rumah, jadi kurang waktu membaca buku. Aku pasang target paling tidak sebulan atau dua bulan selesai membaca satu buku. Bergantung ketebalannya. Dalam setahun, insyaAllah bisa selesai baca lima buku," ucapnya.

Kegemaran Chiki membaca buku tentu menginspirasi. Bayangkan, jika semua generasi  muda bangsa Indonesia gemar membaca buku, maka akan muncul penerus bangsa yang berkarakter dan berwawasan luas. Sayangnya, saat ini minat baca masyarakat masih rendah. Indonesia menduduki peringkat 60 dunia dalam hal kegemaran membaca buku.

Minimnya minat baca dipengaruhi sejumlah faktor, seperti mahalnya harga buku dan terbatasnya akses mendapatkan buku. Masyarakat yang tinggal di pelosok kesulitan memeroleh buku karena distribusi yang tidak merata.

Akibatnya, anak-anak di daerah kehilangan kesempatan memperluas wawasan dan pengetahuan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus berbuat sesuatu. Melalui gerakan #BukuUntukIndonesia, Anda dapat terlibat dalam penyediaan akses buku untuk anak-anak Indonesia.



Awali langkah kebaikan Anda dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com.  Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Dan sebagai apresiasi, Anda akan memperoleh kaos kebaikan.

Gerakan #BukuUntukIndonesia mendapat dukungan penuh dari Chiki. "Saya mendukung gerakan seperti ini, sangat bagus. Jadi anak-anak di pelosok Indonesia bisa mendapatkan buku bacaaan dan menambah wawasan mereka," kata Chiki.

Chiki pun mengimbau generasi muda Indonesia agar gemar membaca. Ia membagikan tips supaya setiap orang tergerak membaca buku. "Harus dimulai dari diri sendiri, dan kita harus menganggap bahwa membaca buku itu penting," tutur Chiki.


(ROS)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA