Benarkah Narkoba Mempermudah Proses Kreatif Seniman?

Purba Wirastama    •    25 Februari 2018 15:36 WIB
artis dan narkoba
Benarkah Narkoba Mempermudah Proses Kreatif Seniman?
Kunto Aji merupakan salah satu penyanyi yang tidak sepakat jika industri hiburan berkaitan erat dengan narkoba. (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Benarkah Narkoba Mempermudah Proses Kreatif Seniman?

Jakarta: Sudah lama, citra panggung hiburan tercoreng penggunaan obat terlarang. Puluhan, mungkin ratusan seniman telah ditangkap polisi akibat menggunakan narkoba. Bahkan, dalam rentang setahun terakhir saja, belasan selebritas terpaksa berurusan dengan hukum akibat narkoba.

Penyalahgunaan narkoba memang bisa dilakukan oleh masyarakat dengan ragam latar belakang profesi, tetapi selebritas sebagai figur publik cenderung lebih mendapat sorot media massa. Dan, salah satu topik yang muncul dari fenomena ini adalah pengaitan narkoba sebagai stimulan, atau perangsang proses kreatif.

Apakah narkoba membuat proses kreatif para aktor, musisi, presenter, serta figur acara televisi menjadi lebih mudah?

Lima selebritas menampik anggapan tersebut.

Kunto Aji, penyanyi solo berusia 31, kesal dengan anggapan bahwa dunia industri musik lekat dengan konsumsi zat kimia sebagai stimulan kreatif. Menurutnya, banyak seniman yang tidak melarikan diri ke narkoba, bahkan tidak merokok dan minum alkohol. Dia tak sepakat narkoba mampu memicu otak lebih kreatif dengan membuat orang masuk kondisi setengah sadar (trance).

"Untuk bisa trance, itu banyak jalannya. Ada beberapa orang yang melalui proses meditasi atau berdoa, mendengarkan diri sendiri. Ada frekuensi tertentu di musik yang bisa membawa ke titik trance. Kalau gue, gue memancing seluruh indra gue, lewat aroma, melihat foto-foto. Semakin melibatkan semua indera, otak kita semakin terpancing," kata Kunto.

Monita Tahalea, juga tak sepakat narkoba membantu proses kreatif. Bagi penyanyi solo berusia 30 itu, tidur adalah cara terbaik untuk membuat tubuh kembali prima. Konsumsi narkoba lebih erat kaitannya dengan lingkungan pergaulan.

"Namun balik lagi ke kepribadian dan pembawaan orangnya. Enggak mesti kita kerja dengan (narkoba). Kita bisa banget kok menyempatkan waktu untuk tidur. Aku enggak percaya kalau menulis (lagu) dengan pakai itu jadi lebih oke," kata Monita.

Rian Ekky Pradipta, vokalis D'Masiv, menampik anggapan bahwa tekanan industri kreatif punya pengaruh besar terhadap penyalahgunaan narkoba. Baginya, ini bergantung pada bagaimana tiap individu menyikapi pekerjaan dan lingkungan tempat bergaul sehari-hari.

"Enggak ada pengaruh. Itu murni niat masing-masing. Balik lagi ke diri sendiri menyikapi apa yang sudah didapat. Contoh, saya main musik, ya buat senang-senang. Bukan menjadi satu tekanan. Biasanya kalau orang pulang ke rumah, dekat dengan keluarga, jiwanya damai tenang, biasanya enggak mungkin menyentuh barang-barang kayak begitu. Lingkungan berpengaruh banget. Pandai-pandai bergaul saja," tutur Rian.

Salman Aristo, penulis naskah, mengaku sangat anti narkoba dan punya selusin alasan untuk menghindari narkoba, baik dari segi medis maupun moral. Ada anggapan bahwa narkoba menjadi jalan pintas seniman menuju kondisi lancar berkreasi. Bagi pria usia 41 ini, lebih banyak seniman yang bebas dari stimulan terlarang tersebut. Dia sendiri mengaku tak cocok bekerja sama dengan pemakai narkoba karena ritme kerja berbeda.

"Mereka mencoba cari jalan pintas supaya bisa mendapatkan kondisi pikiran, di mana mereka bisa berkreasi lebih luas. Ada yang enggak pakai itu, kok. Banyak," ujar Aris.

Ramzi Geys Thebe, aktor dan presenter usia 41, menyebut selebritas pemakai narkoba sebagai orang yang tak percaya diri. Narkoba dianggap sebagai jalan pintas mendongkrak kepercayaan diri memasuki industri hiburan. Namun belasan tahun terjun di industri ini, Ramzi membuktikan bahwa dia bisa bertahan lama tanpa narkoba.

"Belasan tahun saya mempertahankan karier saya di dunia film, sinetron, sekarang presenter, tidak sama sekali menggunakan narkoba. Alhamdullilah sampai saat ini saya masih bisa bekerja sama dengan banyak pihak, bukan karena saya (pakai) narkoba. Bagi teman-teman yang pakai narkoba, mereka tak punya rasa percaya diri," tukas Ramzi.

Selebritas pemakai narkoba kembali menjadi sorotan menyusul penangkapan Jennifer Dunn, Fachri Albar, Roro Fitria, Dhawiya Zaida (putri Elvy Sukaesih), dan terakhir Rizal Djibran. Hasil pemeriksaan dan asesmen menunjukkan, mereka pengguna lama.

Sementara itu, sejumlah selebritas, produser, dan manajer artis Jakarta telah mendeklarasikan perang bersama melawan narkoba pada akhir pekan lalu di Polres Jakarta Selatan. Mereka juga meneken nota kesepahaman (MoU) untuk saling menjaga lingkungan kerja bebas dari narkoba.





(DEV)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA