Demian Angkat Bicara soal Kecelakaan Edison Wardhana

Cecylia Rura    •    05 Desember 2017 07:54 WIB
demian aditya
Demian Angkat Bicara soal Kecelakaan Edison Wardhana
Ilusionis Demian Aditya (Foto: MI/Angga Yuniar)

Jakarta: Demian Aditya akhirnya angkat bicara soal kecelakaan yang menimpa rekan kerjanya, Edison Wardhana atau Echon yang berperan sebagai stuntman dalam aksi The Death Drop  pada malam SCTV Awards di Studio 6 Emtek, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu, 29 November 2017.

Ditemani kakak kandung Echon (Nanda) dan Ayu (istri Echon), Demian menggelar konferensi pers kepada sejumlah media, yang videonya kemudian dia unggah ke YouTube pada 4 Desember 2017.

"Selamat siang semua teman-teman. Di sini saya bersama dengan keluarga dari keluarganya Edison, di sebelah kanan ada dari kakaknya Edison atau yang saya panggil akrabnya Echon. Sebelah kiri adalah istrinya Echon. Dan kita di sini mau memberikan informasi ataupun statement mengenai apa yang kemarin dipertanyakan sama banyak pihak. Kita juga mau menjelaskan sebenarnya 'ada apa sih?' supaya kabarnya tidak terlalu simpang siur," ucap Demian di menit awal berlangsungnya konferensi pers.

Demian mengawali konferensi pers dengan mengutarakan alasan bersikap diam selama pemberitaan kecelakaan Echon berlangsung.

Dikatakan sejak awal kejadian, Demian berusaha fokus pada kondisi kesehatan Echon dan menyampingkan kabar miring yang menyeret namanya serta pihak SCTV sebagai tonggak berlangsungnya acara.

"Dari istri (Echon) juga tahu, saya begitu hari H pada saat kejadian mengurus semua langsung menjenguk Edison ke rumah sakit," kata Demian.

Suami Sara Wijayanto itu pun mengungkapkan masih dalam keadaan syok dan panik sehingga belum bisa memberikan statement apapun termasuk lewat media sosial.

Di sela ungkapan alasan sikap diamnya soal kasus kecelakaan Echon, Demian memaparkan sudah mengenal Echon selama 15 tahun dan sudah cukup lama bekerjasama.

"Saya punya rasa syok yang sama, pada saat itu istri Echon juga menyaksikan bahwa saya juga sama paniknya. Jadi saya enggak mikir macem-macem, saya harus mikir konfirmasi ke media. Saya nggak mikir saya harus update apapun, saya nggak mikir ke sana. Saya mikir gimana caranya teman saya bisa sehat," lanjutnya.

Untuk apa yang sebenarnya terjadi, Demian memaparkan semua pihak telah menjalankan tugas sesuai Standard Operating Procedure  (SOP). "Tapi di luar dugaan, kita semua mengalami musibah," tukasnya.

Demian melanjutkan, tidak ada yang saling menyalahkan kejadian tersebut. Dia juga bertanggungjawab atas kejadian tersebut lantaran acara ilusi tersebut dibuat olehnya bersama Edison.

Demian pun mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak SCTV yang telah bertindak cepat dan membantu Edison hingga detik ini.

"Kita, saya pribadi terutama, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap pihak SCTV karena kita semua tahu bahwa SCTV itu luar biasa sekali karena langsung cepat sekali mengambil respons sampai detik ini pun, bahkan SCTV sangat membantu Edison sampai akhirnya kesembuhannya, sampai detik ini. Jadi kita bertiga sangat berterimakasih kepada pihak SCTV karena responsnya luar biasa dan juga bantuannya sangat luar biasa," tutup Demian.

Usai Demian, Nanda, kakak Echon melanjutkan penjelasan kepada awak media.

"Saya sih sebagai kakak dan mewakili Echon ingin mengucapkan banyak terima kasih buat pihak SCTV secara khusus yang begitu cepat dalam merespons dan bahkan mengambil tanggung jawab yang bukan semestinya menjadi tanggung jawab SCTV menurut saya," jelas Nanda.

Sementara dari Ayu, istri Echon memaparkan masalah ini murni dikatakan musibah. Kejadian tersebut dikatakan olehnya telah diselesaikan secara kekeluargaan bersama dengan Demian maupun pihak SCTV. Pun tak ada niat untuk menuntut satu sama lain.

Dilanjutkan oleh Nanda, baginya Demian sudah dianggap seperti keluarga.

"Menurut saya nggak ada keluarga yang akan menuntut keluarganya. Kalau ada yang salah itu dari saya," ucap Nanda.

Demian melanjutkan konferensi pers yang diadakannya sekaligus untuk meluruskan kabar miring yang menyebutkan dirinya bersikap tidak bertanggung jawab dan lepas tangan. Awalnya bukan masalah, namun semakin lama bagi Demian pemberitaan kabar miring itu cukup mengganggu hingga mempengaruhi banyak orang.

Sempat Ragu

Sebelum Death Drop  dimulai, Demian sempat mengatakan ragu untuk memulai aksinya bersama Echon. Dia lalu menjelaskan, tak ada gimmick  yang disangka oleh sejumlah warganet.

"Sebenarnya ini adalah sebuah pertunjukkan. Karena pada awalnya permainan Death Drop  buat saya dan Edison cukup menghantui karena pernah dapat pengalaman buruk di America's Got Talent," kenang Demian.

Dikatakan oleh Demian, awal perkenalan mereka ketika Echon menjadi klien pertamanya dengan bayaran Rp 500 ribu. Adapun pertemanan mereka bukanlah pertemanan yang suka hangout bersama. Dikarenakan Demian dan Echon sama-sama memiliki kesibukan masing-masing. Kendati demikian, banyak hal yang dilakukan oleh Demian dan Echon di luar dunia sulap.

Kondisi Membaik, Edison Wardhana Keluar Ruang ICCU

Echon merupakan sosok yang memperhatikan keselamatan saat bekerjasama dengan Demian.

"Dia (Echon) adalah yang paling peduli sama saya. Jadi saat berita ini keluar, bilang sebaliknya, saya juga sedih karena dia adalah orang pertama yang make sure saya selama," papar Demian.

Nanda, kakak kandung Echon memaparkan adiknya sudah dalam kondisi yang sangat stabil tanpa bantuan obat kendati tulang rusuk belum pulih.

"Dalam satu dua hari ini, kita akan keluarkan dia dari ruang ICU ke ruang intermediate. Dari intermediate, baru observasi, dua hari lagi masuk ke ruang perawatan biasa. Rencananya mulai Senin depan kita akan memulai operasi lagi untuk rusuk," jelas Nanda.

Diketahui ada lima tulang rusuk Echon yang patah. Nanda juga memaparkan, tulang bonggol Echon akan diperiksa lebih lanjut apakah patah atau tidak.

Di menit akhir dalam tayangan mediasi yang diunggah Demian, Echon dan dia sudah membicarakan proyek ke depan. Dikatakan Echon ingin tetap bermain sulap bersama Demian. Bahkan, dikatakan karena lahir pada tanggal yang sama, keduanya memiliki sifat adrenaline yang sama, sehingga ke depan memungkinkan untuk melakukan aksi yang menantang. Namun yang pasti bagi mereka keselamatan menjadi yang utama.

 


(DEV)