Justin Bieber Dukung Kampanye Kontrol Penggunaan Senjata di Amerika

Cecylia Rura    •    06 Maret 2018 13:05 WIB
justin bieber
Justin Bieber Dukung Kampanye Kontrol Penggunaan Senjata di Amerika
Justin Bieber (Foto: gettyimages)

Jakarta: Justin Bieber mendukung penuh kampanye pengendalian senjata yang lebih ketat, setelah marak kasus penembakan di beberapa sekolah di Amerika.

Bulan lalu, 17 orang di Marjorie Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida dikabarkan meninggal dunia akibat penembakan yang seorang siswa untuk melampiaskan amarahnya.

Sebagai bentuk Amerika memberikan respons terhadap kejadian memilukan tersebut, Justin Bieber mendukung demonstrasi yang akan datang tersebut untuk mengendalikan senjata yang lebih ketat, bersamaan dengan perubahan yang diajukan dalam undang-undang tersebut.

Kampanye yang diberi judul March For Our Lives itu akan menurunkan sejumlah siswa turun ke Washington pada 24 Maret 2018, dalam upaya mempromosikan kampanye kontrol senjata.

Untuk mendukung hal tersebut, Bieber membagikan laman untuk publik memberikan petisi.

"Bantu anak-anak ini dan tanda tangan petisi mereka," tulis Bieber dalam cuitannya di Twitter pada 4 Maret 2018 waktu setempat.

Petisi itu dibuat oleh sejumlah siswa dan meminta pejabat terpilih untuk menyetujui undang-undang yang melarang penjualan senjata, serta melarang penjualan majalah berkapasitas tinggi.

Hal ini juga dilaporkan sebagai bentuk menutup celah bagi orang-orang berbahaya yang seharusnya tidak diizinkan untuk membeli senjata.

Sebelum Justin Bieber, Harry Styles lebih dulu telah menyuarakan petisi ini melalui akun Twitter miliknya.

Soal kasus penembakan, minggu lalu remaja asal Wales bernama Lloyd Gunton dari daerah Rhondda Cynon Taff dipenjara setelah melakukan teror dalam konser Justin Bieber di Cardiff.

Ia kemudian diamankan pihak kepolisian pada 30 Juni 2017, hari yang sama ketika Justin Bieber menggelar konser di Millennium Stadium.


 


(ELG)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA