Alasan Netflix Hentikan Sense8 dan The Get Down

Purba Wirastama    •    13 Juni 2017 17:31 WIB
netflix
Alasan Netflix Hentikan Sense8 dan The Get Down
Sense8 (Foto: wikia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Neftlix telah menyetop kelanjutan delapan serial, termasuk yang terakhir Sense8 dan The Get Down. Belakangan chief content officer (COO) Netflix Ted Sarados menyatakan bahwa keputusan tersebut semata didasarkan pada perhitungan pasar.

"Menimbang dana yang kami habiskan, apakah orang-orang menontonnya?" kata  Ted dalam acara Produced By Conference di kanal televisi Fox, dikutip dari Variety.

"Masalah ini cukup klasik. Pertunjukan besar mahal dengan banyak penonton, itu bagus. Sebuah pertunjukan besar mahal dengan sedikit penonton, bahkan dalam model kami, sulit untuk membuatnya jadi karya yang panjang," imbuhnya.

Sense8 adalah drama serial besutan The Wachowskis yang berhenti setelah berjalan selama dua musim atau 23 episode. Musim pertama rilis Juni 2015 dan yang kedua pada awal Mei 2017. Kisahnya tentang delapan orang tak saling kenal dari berbagai kultur dan belahan dunia, yang tiba-tiba saling terhubung secara inderawi dan emosional. Mereka juga berbagi pengetahuan, bahasa, dan kemampuan.

Sementara The Get Down adalah drama musikal 11 episode garapan Baz Luhrmann dan Stephen Adly Guirgis. Kisahnya berlatar New York tahun 1970-an dan mengikuti proses kebangkitan musik hip-hop dan disko lewat perspektif sekelompok remaja. Enam episode pertama dirilis Agustus 2016 dan sisanya pada April 2017.

Menurut Variety, dana produksi The Get Down mencapai USD 12 juta atau sekitar Rp 160 miliar per episode. Sementara Sense8 USD 9 juta per episode. Keduanya termasuk dalam serial televisi termahal. Ted sendiri memberi pujian pada kedua serial tersebut dan menganggapnya sebagai suatu kontribusi budaya yang besar.

Selain Sense8 dan The Get Down, menurut catatan Business Insider, Netflix juga telah menghentikan enam serial lain. Ada Longmire, Lilyhammer, Hemlock Grove, Marco Polo, The Killing, dan Blood Line.


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA