Puteri Indonesia 2017

Bunga Jelitha Ibrani: Utamakan Persamaan Bukan Perbedaan

Indriyani Astuti    •    02 April 2017 10:18 WIB
puteri indonesia
Bunga Jelitha Ibrani: Utamakan Persamaan Bukan Perbedaan
(Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengutamakan persamaan ketimbang membesar-besarkan perbedaan merupakan satu hal yang harus dilakukan jika ingin menjaga perdamaian dunia.

Demikian jawaban brilian Puteri Indonesia 2017 terpilih Bunga Jelitha Ibrani, 25, pada malam puncak yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jumat (31/3). Bunga menjawab pertanyaan yang dilontarkan pembawa acara Choky Sitohang.

"Ajang ratu sejagat memang untuk menciptakan perdamaian dunia dan juga mempererat persaudaraan antarnegara. Kita harus mengutamakan persamaan tanpa harus ada perbedaan," tambah Bunga yang merupakan wakil DKI Jakarta 5 ini.

"Jika diizinkan mewakili di ajang internasional, saya akan bertemu dengan wakil negara lain 80 negara, akan menjadi pengalaman luar biasa bagi saya dan juga bisa menjadikan diri saya lebih bijaksana," sambungnya.

Di babak tiga besar kontes kecantikan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-21 itu, Bunga mengungguli Karina Nadila (Nusa Tenggara Timur) dan Kevin Liliana (Jawa Barat).

Berpikir positif

Sebagai Puteri Indonesia, Bunga akan mewakili Indonesia di ajang kontestasi Miss Universe nantinya. Banyak hal yang harus disiapkan Bunga karena dirinya akan membawa nama Indonesia di ajang internasional.

Perempuan yang sebelumnya berkarier di dunia modeling itu mengatakan dirinya mengemban tugas untuk turut mempromosikan Indonesia. Oleh karena itu, dia akan berusaha menjaga nama baik Indonesia.

"Saya akan memulai hidup baru mengemban tugas untuk membawa nama Indonesia sebaga duta dan mempromosikan Indonesia di mata dunia. Harus bisa berjuang untuk itu," tuturnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Puteri Indonesia bertujuan untuk menginspirasi perempuan. Akan tetapi, kecantikan bukanlah tolok ukurnya, melainkan kepercayaan diri. ''Saya ingin menjadi penyemangat bagi wanita yang memilki kekurangan dan menjadikannya kelebihan supaya kita dapat berbuat banyak," ujar perempuan yang kini tengah mengambil studi bidang komunikasi itu.

Di sisi lain, Bunga tidak pernah berpikir bakal memenangi kontes ini. "Enggak terpikir jadi finalis karena pada tahun ini berat dari sisi finalisnya mereka dari berbagai macam bidang, sementara saya juga punya kelemahan di public speaking," ujarnya. Sadar akan kekurangan itu, untuk mengatasinya, Bunga mengungkapkan dirinya berusaha berpikiran positif dan menggali potensi yang dimilikinya dengan maksimal.

"Saya belajar banyak dan selama karantina saya mengasah kemampuan public speaking saya," imbuh penyuka travelling ini. Kendati sempat tidak yakin akan terpilih, Bunga bercerita bahwa dia tertolong ketika penilaian pada sesi in depth interview. Pada sesi itu, para juri akan menggali kepribadian finalis satu per satu.

"Saya mencoba menghilangkan rasa nervous dengan pikiran positif. Saya mencoba untuk menghilangkan rasa itu. Salah satu juri menyampaikan hasilnya bagus saya terlihat lebih enjoy dan bisa mendekatkan dengan juri," ungkapnya. (Ant)


(DEV)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

1 week Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA