Rekam Jejak Inneke Koesherawati di Dunia Perfilman Indonesia

Purba Wirastama    •    22 Juli 2018 13:14 WIB
inneke koesherawati
Rekam Jejak Inneke Koesherawati di Dunia Perfilman Indonesia
Inneke Koesherawati (Foto: Dok CR)

Bandung: Inneke Koesherawati, eks aktris layar lebar era 1990-an, ikut terjerat kasus dugaan suap fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin. Bersama lima orang lain, dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan Kepala Lapas Wahid Husen pada Jumat malam, 20 Juli 2018.

Inneke adalah istri dari narapidana korupsi Fahmi Darmawansyah, Direktur Utama PT Merial Esa dan PT Melati Technofo Indonesia, yang pada akhir Mei 2017 dijatuhi vonis dua tahun delapan bulan kurungan. Dalam sidang itu, Fahmi terbukti menyuap empat pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) terkait proyek pengadaan alat pemantauan satelit.

Setahun dibui, Fahmi terlibat kasus suap lain. Dia dituduh menyogok Kalapas Wahid demi mendapatkan fasilitas "istimewa" dari Lapas. Setelah diperiksa dalam 24 jam, Fahmi dan Wahid bersama dua orang kepercayaan mereka ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.

Sementara itu, belum ada kepastian seperti apa keterlibatan Inneke dan istri Wahid, Dian Anggraini, dalam kasus suap ini.

Siapakah Inneke Koesherawati? Berikut rekam jejak singkatnya dalam perfilman.

Inneke lahir di Jakarta pada 13 Desember 1975. Sejak remaja usia sekolah, dia sudah terjun ke dunia perfilman sebagai aktris. Menurut catatan Katalog Film Indonesia, debut filmnya adalah Diskotik DJ (1990) sebagai pemain ekstra. lalu ada film remaja Rini Tomboy (1991), dan komedi Warkop DKI Bisa Naik Bisa Turun (199).

Peran pentingnya dimulai dengan komedi Perawan Metropolitan (1991). Setelah itu, Inneke bermain dalam film-film sensual hingga 1995, seperti seri Gadis Metropolis (1992-1994), seri Pergaulan Metropolis (1994-1995), Gairah yang Nakal (1993), Ranjang yang Ternoda (1993), Setetes Noda Manis (1994), Kenikmatan Tabu (1994), Bebas Bercinta (1995), dan Ranjang Cinta (1995).

Dia juga bermain di film Suami, Istri dan Kekasih (1994) dan Dewi Angin-Angin (1994). Beberapa film drama lainnya adalah Lembaran Biru (1993), Wanita dalam Gairah (1994), Hangatnya Cinta (1995), serta Roda-roda Asmara di Sirkuit Sentul (1995).

Sejak 1996, Inneke fokus ke sinetron dan tidak lagi bermain film hingga 15 tahun kemudian. Beberapa judul sinetronnya antara lain Mutiara Cinta (1995), Saat Aku Mencintaimu (1997), Aku Cinta Kamu (2002), Istri untuk Suamiku (2006), dan Andai Ku Tahu (2007).

Di Bawah Langit (2010) adalah film pertama dan terakhir Inneke dalam dua dekade ini. Film drama ini digarap oleh penulis-sutradara Opick bersama sutradara Gunung Nusa Pelita. Inneke menjadi lawan main Opick dalam kisah percintaan anak-anak yatim asuhan seorang kyai.

Pada 2015, Innneke memutuskan berhenti dari profesi aktris. Saat itu, ibu dua orang anak ini menyatakan sudah tidak kangen berakting dan lebih kangen bertemu anak-anaknya di rumah. Dia juga mengenakan hijab, yang diakuinya memberi kelegaan dan ketenangan.

Kendati sudah berhenti dari aktris secara serius, Inneke bukannya menghindari dari layar. Pada 2016, dia sempat bergabung sebagai salah satu pemain serial Para Pencari Tuhan.


(DEV)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

5 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA