Nicholas Saputra Prihatin Habitat Orangutan Terancam

Sri Yanti Nainggolan    •    28 Juli 2016 11:31 WIB
nicholas saputra
Nicholas Saputra Prihatin Habitat Orangutan Terancam
Media gathering Love The Earth bersama Kiehl's Indonesia (Foto: Metrotvnews/Yanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nicholas Saputra mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap orangutan yang mulai kehilangan habitatnya akibat ulah manusia.

Menurut data dari organisasi yang berfokus pada konservasi alam The Nature Conservancy (TNC), sebanyak 3,1 juta orangutan di Kalimantan dan Sumatera kini terancam hidupnya karena sebagian besar hutan digunakan untuk wilayah produksi manusia.

"Ibaratnya, mereka dirampok habis-habisan. Padahal sepatutnya justru kita menjaga habitat mereka," ujarnya dalam media gathering Love The Earth bersama Kiehl's Indonesia, di Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Ia memiliki pengalaman ketika berkunjung ke penangkaran orangutan di daerah Tanjung Puting di mana orangutan kembali diperkenalkan lagi dengan habitat aslinya.

Oleh karena itu, Nicholas gencar mengikuti salah satu kampanye yang berupaya melestarikan Bentang Alam Wehea, Kalimantan Timur, yang merupakan habitat alami bagi sekitar 2.500 orangutan.

"Ini adalah kewajiban makhluk hidup untuk menjaga lingkungan hidup dan memastikan generasi selanjutnya punya kualitas hidup yang baik, seperti udara yang segar dan hutan yang sehat, sesuai dengan kapasitas yang bisa kita lakukan," ujar pemeran utama dalam Janji Joni tersebut.

Habitat orangutan di Indonesia memang mengkhawatirkan, mengingat hampir semua tergusur oleh kepentingan manusia.

"Sekitar 80 persen populasi orangutan di Kalimantan Timur berada di luar kawasan konservasi seperti di dalam konsensi perusahaan kayu, tambang, perkebunan, dan perladangan masyarakat," ungkap External Affair Director TNC Indonesia, Sapto Handoyo Sakti.

Orangutan memiliki peran cukup penting bagi kehidupan hutan, yaitu sebagai penyebar bibit alami di mana setelah makan mereka menyebarkan bibit tumbuhan dan sebagai penyeleksi alami tumbuhan yang bisa dimakan.


(ELG)