Ilustrator Nicholas Filbert Hadirkan Batik di Sampul Buku Harry Potter

Retno Hemawati    •    19 Maret 2017 15:36 WIB
buku
Ilustrator Nicholas Filbert  Hadirkan Batik di Sampul Buku Harry Potter
Nicholas Filbert (Foto: Dok.mi/Permana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama ilustrator Nicholas Filbert Candrawienata, 26, akhir-akhir ini banyak diperbincangkan para penggemar novel Harry Potter. Dia berkesempatan membuat ilustrasi sampul untuk tujuh novel Harry Potter karya JK Rowling versi bahasa Indonesia.

Putra pasangan Hasan Chandra Wienata dan Lo Siaw Hong itu mengaku saat tahap awal mengajukan ide untuk membuat desain sampul menyampaikan keinginannya untuk menonjolkan rasa Indonesia terutama batik.

"Batik salah satu yang menginspirasi saya dalam berkarya. Salah satunya dalam penemuan style. Dari style sendiri, banyak gambar saya yang terinspirasi dari pattern-pattern yang ada di kain batik," kata dia saat diwawancara khusus oleh Media Indonesia, beberapa saat lalu.

Dirinya mengaku sebenarnya tidak hanya mengedepankan keramaian, tetapi berlapis atau layering.

Teknik seperti itulah yang disebutnya dengan terinspirasi pengerjaan kain batik yang dalam pengerjaannya perlu ketekunan dan semakin rumit saat akan menambahkan banyak warna.

"Awalnya ingin menonjolkan warna, tetapi setelah saya coba-coba hasilnya sulit diterapkan," kata dia.

Lelaki yang gemar melancong itu menjelaskan warna dalam dunia penerbitan sangat sulit dikontrol karena antara desain dan hasil cetak bisa menjadi sangat berbeda.

Dengan alasan itulah, dia memutuskan untuk tidak bermain dari sisi warna.

Lelaki dengan hobi jalan-jalan itu mengaku sering terinpirasi dengan aktivitasnya itu.

"Jalan-jalan ke berbagai daerah, selain melepaskan stres, bagi seniman juga menjadi sumber inspirasi," katanya.

Wayang, tari-tarian, dan bangunan ialah tiga hal yang disebutnya menjadi sumber referensi visual.

Dukungan orangtua

Nicholas berkisah tidak ada pengalaman spesifik, tetapi dia menjelaskan sejak duduk di bangku taman kanak-kanan, dirinya sudah mendapatkan dukungan positif dari orangtua untuk menggambar.

Orangtuanya sering mengantar dan menemani ikut perlombaan. Semua berjalan natural.

"Sampai kuliah saya tidak hanya belajar teknik, tetapi juga industri sehingga dengan pengetahuan saya menjadi yakin akan kemampuan saya dan menjalani ini sebagai karier."

Dia juga sangat optimistis karier dan pekerjaan sebagi pekerja seni mampu menopang kebutuhan hidupnya.

Terlebih dunia seni seperti yang dijalaninya sangat dinamis.

"Kami tidak hanya bekerja sebagai ilustrator, tetapi banyak bidang yang membutuhkan keahlian seperti yang kami miliki. Para ilustrator di Indonesia sebenarnya tidak bersaing, lebih pada sama-sama membangun komunitas yang baik," katanya.

Dia menjelaskan, dengan pekerjaan sebagai ilustrator, terbuka kemungkinan untuk bergabung dengan agensi iklan atau production house.

"Mereka tetap menggambar. Dengan menggambar, mereka bisa mendapatkan klien. Ya kami saling mendukung satu sama lain agar seni di Indonesia semakin maju," jelas penggemar gudeg itu.


(DEV)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

3 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA