LocalStandUpDay Tampilkan Komedi yang Lebih Berani

Pelangi Karismakristi    •    09 Maret 2018 08:43 WIB
komedi
LocalStandUpDay Tampilkan Komedi yang Lebih Berani
Coki Pardede, Gilang Bhaskara, dan Tretan Muslim (Foto:Pelangi Karismakristi)

Jakarta: Sejumlah pelawak tunggal mengajak masyarakat menyaksikan langsung ajang LocalStandupDay yang akan diselenggarakan pada 7 April 2018. Panggung ini akan menyuguhkan komedi berkualitas, lebih berani dengan 30 line up (komika) terkemuka dari Jakarta dan daerah lain di Indonesia.

Menariknya lagi, LocalStandupDay yang akan digelar di Ballroom Lantai 7 Kuningan City ini akan menampilkan enam genre komedi sekaligus. Mulai dari clean, kearifan lokal, absurd, dark, roasting, dan genre blue.

"Buat teman-teman jangan lupa beli tiketnya. Mesti ke sini ya, karena LocalStandupDay akan menampilkan yang beda, tidak akan disensor (seperti di televisi). Kalau di sini tidak akan disensor, biar penonton tahu materi yang asli," kata pelawak tunggal, Tretan Muslim, saat konferensi pers LocalStandupDay di Kuningan City, Jakarta Selatan, Kamis 8 Maret 2018.

"Harus ke sini. Kami juga kaget karena (masyarakat) belum tahu siapa saja yang akan tampil, tapi saat presale tiketnya sudah habis," ucap komika lainnya, Hermawan Yoga.

Hal serupa juga diucapkan oleh Coki Pardede yang mewakili Majelis Lucu Indonesia. Coki mengatakan, dalam pertunjukan kali ini para komika akan menyuguhkan materi yang lebih berani, tidak seperti saat beraksi di layar kaca.

"Karena kalau di televisi ada aturan yang tidak boleh dilanggar. Kalau di sini, kami jamin penonton akan disuguhkan komedi yang beda dengan di televisi. Kita juga ingin mencoba memberikan awareness bahwa seni komedi itu harus dihargai seperti seni lainnya, dengan harga mahal tapi kami juga memberikan kualitas. Kami benar-benar pilih pengisi acaranya," tutur Coki.

Coki juga berbagi cerita bagaimana tantangan menjadi seorang pelawak tunggal. Pertama, harus punya kemampuan public speaking yang baik, harus bisa melucu, dan mahir membuat orang tertawa.

"Kita sebenarnya tidak bisa menyenangkan orang lain, karena sebagus apapun materi, sesopan apa pun materi, tetap ada yang tidak suka. Itu yang harus siap, jokesnya diprotes orang. Kalau kami show ke tempat yang sama dengan jokes yang sama akan diprotes orang dong, beda dengan musisi yang karyanya bisa sepanjang masa," ujar Coki kepada Medcom.id.

Baca juga: LocalStandupDay Kocok Perut Penonton 6 Jam Tanpa Henti


Dia juga menjelaskan bahwa komedi yang dibawakan dalam standup comedy lahir dari keresahan terhadap lingkungan sekitar. Hal itu bisa nampak dari setiap komedi yang dibawakan.

"Kalau kita resah akan sesuatu akan dituangkan dsalam komedi, sebenarnya komedi lahir dari itu. Misalnya kita kesal dengan macet, kita luapkan fenomena itu lewat komedi. Bukan ingin sok tahu tapi itu berawal dari keresahan kami," jelasnya panjang lebar.

Terakhir Coki berharap acara seperti ini bisa mewadahi standup komedian di seluruh Indonesia untuk unjuk gigi. Selain itu ingin memperkenalkan pada masyarakat bahwa komedi ini tak kalah dengan seni lain.

"Ini bisa memberikan wadah untuk komik dari daerah, jadi kita memberi opsi lain ada standup komedian yang lain meskipun belum terkenal tapi bagus. Semoga juga acara ini bisa menjadi barometer untuk standup komedian supaya jangan malu-malu untuk berjualan, dan ini membantu mengajarkan pada orang-orang bahwa seni komedi tidak kalah dengan seni yang lain," kata Coki, menutup wawancara.

Sederet nama yang akan tampil ada Pandji Pragiwaksono, Coki Pardede, Adjisdoaibu, Gilang Bhaskara, Hifdzi Khoir, Indra Jegel, Bintang Bete, Abdur Arsyad, Sadana Agung, Nopek dan masih banyak lagi.

Untuk informasi selengkapnya bisa Anda lihat di Instagram @LocalStandUpday, dan dapatkan tiketnya melalui www.localstandupday.com.


(ROS)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA