Mac Miller Meninggal Akibat Overdosis

Purba Wirastama    •    06 November 2018 11:22 WIB
musisi meninggal
Mac Miller Meninggal Akibat Overdosis
Mac Miller (Foto Brian van der Brug / Los Angeles Times)

California: Pihak forensik Los Angeles secara resmi telah mengumumkan penyebab kematian Mac Miller, rapper dan produser musik yang meninggal di rumahnya di kawasan Los Angeles pada 7 September lalu. Mac adalah kekasih dari penyanyi Ariana Grande. 

Menurut laporan media lokal Los Angeles Times, hasil autopsi menyatakan bahwa musisi kelahiran 1992 itu meninggal karena overdosis campuran fentanyl, kokain, dan alkohol. Sebelumnya, autopsi ditunda karena pihak kepolisian melakukan investigasi lebih dulu. 

Setelah penyelidikan, polisi memastikan bahwa Mac tidak dibunuh. Pihak forensik sebetulnya telah menduga Mac mengalami keracunan obat atau overdosis. Uji di laboratorium akhirnya memastikan dugaan tersebut.

Sebelum meninggal, Mac diketahui telah lama berjuang dengan masalah penyalahgunaan narkoba dan alkohol. 

Menurut Drug Enforcement Administration AS, fentanyl adalah opiat (obat pereda nyeri dosis tinggi) sintetis yang lebih kuat 80-100 kali lipat dibanding morfin. Banyak penyalahguna yang mengira mereka membeli heroin, padahal fentanyl. Akibatnya, tidak sedikit penyalaguna obat yang mati karena overdosis. 

BBC menyebut bahwa fentanyl menjadi salah satu faktor utama krisis opiat di AS. Sekitar 200 orang diperkirakan meninggal setiap hari karena overdosis. 

Mac Miller, yang aslinya bernama Malcolm James McCormick, telah merilis lima album musik sejak 2011. Album yang terakhir, Swimming, dirilis sebulan sebelum dia meninggal.




(ASA)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

3 days Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA