Dianggap Berjasa, Bagito Beri Penghargaan untuk Warkop DKI

Elang Riki Yanuar    •    28 Oktober 2016 14:00 WIB
bagito
Dianggap Berjasa, Bagito Beri Penghargaan untuk Warkop DKI
Bagito (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Grup lawak Bagito tak mau melupakan begitu saja orang-orang yang dianggap berjasa dalam perjalanan karier mereka. Salah satunya ialah grup lawak Warkop DKI.

Alih-alih bersaing, Miing justru mengakui banyak belajar dari personel Warkop DKI ketika merintis Bagito. Dono, Kasino, dan Indro merupakan senior Bagito ketika sama-sama menjadi penyiar radio.

"Saya dulu stafnya Warkop. Warkop tidak bisa dipisahkan dari perjalanan Bagito. Tidak ada yang salah kalau kita meniru sebuah kebaikan. Saya banyak belajar dari Warkop selama enam tahun. Saya belajar dari mereka bagaimana mengelola grup lawak," kata Miing saat berbincang dengan Metrotvnews.com di kantor Media Indonesia, Jakarta.

Selain Warkop DKI, ada enam penghargaan yang akan diberikan Bagito dalam acara reuni bertajuk "Bagito Return" yang akan digelar 2 November 2016 di The Hall, Senayan City, Jakarta.

"Yang pertama itu radio Geronimo. Ketika gabung ke Geronimo, itu fotografernya Darwis Triadi. Kita belum siapa-siapa waktu itu. Begitu Darwis terkenal, eh itu yang motret kita dulu," kata Didin.

Miing, Didin dan Unang akan memberikan penghargaan lain kepada Epi Supriyadi yang merupakan pimpinan radio Suara Kejayaan (SK). Radio SK memang melahirkan pelawak-pelawak yang kelak menjadi legenda di Indonesia.

"Radio SK dulu memberikan wadah ke kita lewat acara Opor Ayam dari tahun 1984 sampai 1990. Penghargaan ketiga kita beri untuk bapak Temi Hasanpura. Dia konsultan radio," katanya.



Wartawan senior, FX Mulyadi juga akan diberi penghargaan oleh grup yang pernah dikenal lewat acara Basho (Bagito Show) ini. Bukan tanpa alasan Bagito mengapresiasi jasa FX Mulyadi dalam perjalanan karier mereka.

"Dia wartawan senior Kompas. Bagito tiga kali dites oleh TVRI tidak pernah lulus. Ketika FX Mulyadi menulis di halaman depan Kompas, Bagito juara lomba lawak Srimulat pada tahun 1985, maka Bagito bisa masuk televisi sampai sekarang," urai Miing.

Selain radio dan pemberitaan koran, televisi juga berperan penting membawa Bagito ke tangga popularitas. Jauh sebelum televisi swasta lahir, mereka sudah tampil di TVRI. Sempat dilarang tampil, kesempatan Bagito muncul di televisi terbuka lagi setelah Ishadi SK memimpin TVRI.

"Ketika Bagito terpuruk, ketika kita sempat dicekal TVRI selama dua tahun. Tapi ketika Pak Ishadi ditarik ke TVRI pusat, dia buka lagi kesempatan buat kita," ungkap Miing.

Terakhir, Bagito memberikan penghargaan kepada Srimulat yang akan diwakili Tarsan. Bagito memang mulai terkenal ketika menjuarai lomba lawak Srimulat pada tahun 1980-an.

"Kalau tidak ada lomba lawak Srimulat waktu itu, kita tidak masuk televisi. Jadi ada alasannya kita berikan mereka semua penghargaan. Setiap ulang tahun selalu berikan penghargaan kepada orang yang berjasa," tutup Miing.




(ELG)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA