3 Faktor Disinyalir Penyebab Via Vallen Enggan Laporkan Pelaku Pelecehan

Cecylia Rura    •    09 Juni 2018 18:00 WIB
pelecehan seksualVia Vallen
3 Faktor Disinyalir Penyebab Via Vallen Enggan Laporkan Pelaku Pelecehan
Via Vallen (Foto: Medcom/Cecylia)

Jakarta: Unggahan tangkap layar percakapan Via Vallen dengan pesepakbola tekenal berbuntut panjang. Via memang sudah mengklarifikasi soal isi pesan tersebut, tetapi enggan untuk meneruskannya ke ranah hukum.

Kabar ini menjadi sorotan masyarakat hingga menuai pro dan kontra atas aksi berani biduan dangdut asal Surabaya itu. Kepada awak media belum lama ini, Via mengaku enggan memperpanjang kasus ini kendati sosok pesepakbola itu diakui belum meminta maaf.

Aktivis perempuan Tunggal Prawestri memaparkan keputusan Via merupakan hal wajar. Tunggal memiliki pengalaman ketika berhadapan dengan rekan selebritas yang juga sempat mengalami pelecehan seksual.

"Saya tidak heran dan bisa memaklumi jika Via Vallen enggan menindaklanjuti ke ranah hukum. Saya kenal dengan seorang artis yang pernah habis-habisan dihajar pacarnya juga memilih diam dan sembunyi, kok. Tapi, memang banyak yang heran, kenapa? Saya punya penjelasannya berdasarkan pengalaman berhadapan dengan korban pelecehan atau kekerasan seksual serta pengalaman pribadi menjadi korban," papar Tunggal saat dihubungi Medcom.id, Sabtu 9 Juni 2018.

Ia menjabarkan ada tiga hal yang bisa dialami korban pasca kejadian.

"Pertama, trauma. Saat lapor kita akan berhadapan dengan aparat penegak hukum yang kita tahu masih belum punya perspektif yang bagus soal ini, alih-alih ditolong korban malah merasa enggak terbantu sama sekali dan malah memunculkan trauma kedua karena harus cerita lagi hal yang ingin dilupakan."

"Kedua, hukum yang belum berpihak. Apakah sudah ada Undang Undang yang mengatur soal pelecehan seksual di online media? Jawabannya, belum ada. Hukuman terberat, pelaku akan dijerat dengan perbuatan tidak menyenangkan. Padahal prosesnya nanti akan berlarut-larut. Rancangan Undang Undang penghapusan kekerasan seksual juga belum rampung."

"Ketiga, setelah mengalami pelecehan itu korban merasa down, jengkel sama diri sendiri, menganggu secara psikologis. Jadi saya bisa paham kalau korban butuh tenang dan bukan keributan (apalagi kalau dia publik figur) bisa dikejar-kejar media dan enggak bisa hidup tenang nanti kalau sampai diproses," jelasnya.

Menurutnya, selain Via Vallen, pihak terduga dan institusi yang mempekerjakan pesepakbola tersebut perlu memberikan kepastian soal sanksi tegas yang akan diterima jika terbukti terduga adalah pelaku.

"Justru sekarang yang harus dikejar adalah pihak yang pekerjakan pelaku, apa sanksi bagi pelaku. Atau tanya sikap institusi di mana pelaku beraktivitas, apakah mereka memiliki aturan soal ini. Kalau mau bersungguh-sungguh menghapus pelecehan dan semua tindakan yang merendahkan perempuan, ya kasih pernyataan," tandasnya.

Sementara itu, pihak Persija sebagai institusi terduga bekerja tidak menginginkan masalah berbuntut panjang.

Di lain pihak, Lembaga Badan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) ikut mendukung aksi keberanian Via Vallen di tengah respons pro dan kontra dari warganet. Koordinator Pelayanan bidang Hukum Uli Pangaribuan memaparkan, memang sulit jika Via Vallen sebagai korban untuk melapor. Sebab, hukum di Indonesia apalagi terkait pelecehan seksual seperti yang dialami Via masih terbilang rumit.

"Kemungkinan untuk melapor, mungkin dia berpikiran agak sulit pelecehan seksual yang ini karena mekanisme hukum kita agak (ribet)," kata Uli saat ditemui di kantor LBH APIK Jakarta, Jumat 7 Juni 2018.

Adapun Uli membenarkan, apa yang dialami Via Vallen adalah bentuk pelecehan seksual yang setara dengan pelecehan bentuk lisan.

"Kalau Via Vallen bentuknya hampir seperti lisan seperti siulan, catcalling atau ajakan untuk melakukan hubungan seksual secara tidak langsung menurut kami," sambungnya.

Pihak LBH APIK sendiri masih memperjuangkan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum (RKUHP) Penghapusan Kekerasan Seksual yang mengatur tindak pidana kekerasan seksual.


(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

5 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA