Mantan Pengacara Bantah Gelar Konferensi Pers Tanpa Persetujuan Vanessa Angel

Purba Wirastama    •    09 Januari 2019 14:14 WIB
prostitusi artisVanessa Angel
Mantan Pengacara Bantah Gelar Konferensi Pers Tanpa Persetujuan Vanessa Angel
Vanessa Angel (berbaju putih) usai menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur (Foto: Antara/idik Suhartono)

Jakarta: Pengacara Zakir Rasyidin membantah pernyataan manajer artis Vanessa Angel bahwa pihaknya menggelar konferensi pers terkait kasus prostitusi online tanpa persetujuan Vanessa. Konferensi pers digelar di Jakarta sehari sebelum kuasa hukum Zakir atas kasus Vanessa dicabut.

"Itu tidak benar," kata Zakir kepada Medcom.id, Rabu, 9 Januari 2019.

Lantas Zakir menjelaskan kronologi agenda konferensi pers pada Senin kemarin, sehari setelah Vanessa selesai diperiksa oleh Polda Jatim dan mendapat status sebagai saksi korban.

Awalnya, konferensi pers hendak digelar di kantor pengacara Zakir di Jakarta Selatan pada Senin siang. Namun rencana ini ditunda hingga sore karena kepulangan Vanessa dan Jane Shalimar dari Surabaya yang sempat tertunda.

Begitu sampai Jakarta, mereka dijemput oleh Zakir. Selama perjalanan, menurut Zakir, mereka membicarakan rencana konferensi pers untuk meluruskan sejumlah informasi sesuai versi Vanessa. Zakir mengklaim bahwa Vanessa telah sepakat atas beberapa hal yang disampaikan ke publik, meliputi Rp80 juta, uang DP (down payment), situasi di kamar, serta barang bukti.

"Ada percakapan terkait rencana konferensi pers karena dari sana, media sudah mengikuti. Nah, sampai tempat konferensi pers di Kalibata City, posisi Vanessa dalam mobil saya," ungkap Zakir. "Jadi, bagaimana bisa manajer omong (ada konferensi pers) tanpa konfirmasi, orangnya (Vanessa) saja di situ kok."

"Kami bertindak atas nama kepentingan Vanessa. Tidak mungkin kami bicara di luar perintah klien. Saya katakan, apa yang disampaikan manajer ini tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Itu sebabnya saya mundur karena banyak keanehan yang saya dapatkan di sana saat konferensi pers itu terjadi," imbuhnya.

Sebelumnya, kepada Detik.com, Lidya sang manajer Vanessa menyebut bahwa Zakir telah mengadakan konferensi pers tanpa persetujuan klien. Ini menjadi salah satu alasan pihak Vanessa mencabut kuasa Zakir atas kasus hukum tersebut.

Ketika dihubungi Medcom.id, Lidya membenarkan pernyataan tersebut, tetapi menyebut "tidak tahu kebenarannya".

"Setahu saya seperti itu. Setahu saya ya. (...) Nah setahu saya, memang tidak sepengetahuan Vanessa. Saya tidak tahu kebenarannya karena saya tidak bertanya langsung," kata Lidya kepada Medcom.id.

Lima orang, termasuk Vanessa, diamankan oleh petugas Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada Sabtu, 5 Januari 2019 terkait dugaan prostitusi online. Dia disebut menjadi teman kencan pesanan pengusaha tambang bernama Rian. Polisi juga mengamankan dua muncikari dengan nama inisial ES dan TN.

Terkait kasus ini, pihak Vanessa telah menunjuk tim pengacara Aga Khan dan Milano sebagai kuasa hukum baru.



 


(ELG)