Kecil Kemungkinan Tora Sudiro Jalani Rehabilitasi

Purba Wirastama    •    04 Agustus 2017 13:20 WIB
tora sudiro
Kecil Kemungkinan Tora Sudiro Jalani Rehabilitasi
Humas Polres Jaksel Purwanta, Tora Sudiro, dan Vivick Tjangkung (Foto: metrotvnews/purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tora Sudiro akan menjalani proses hukum terkait kepemilikan ilegal psikotropika jenis Dumolid. Menurut Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Vivick Tjangkung, kecil kemungkinan bagi Tora untuk menjalani rehabilitasi.

Alasannya, Undang-undang Psikotropika Nomor 5 Tahun 1997 hanya mengatur kewajiban rehabilitasi untuk pengguna legal lewat pasal 37. Hal serupa tidak tersedia bagi penyalahguna atau pengguna tanpa resep medis.

"Kalaupun dari pihak Tora mau mengajukan rehab, harus ada (keterangan resmi) dari pihak medis dokter yang pernah menangani," kata Vivick dalam konferensi pers, Jumat 4 Agustus 2017.

Lewat pemeriksaan urin dan medis, Tora dan Mieke, istrinya, terbukti positif mengonsumsi dumolid dengan tingkat ketergantungan rendah. 30 butir dumolid ditemukan di rumah dan diakui Tora telah dimiliki sejak tahun lalu. Sementara Tora tidak dapat membuktikan bahwa obat tersebut dimiliki atas resep medis.

"Jika ada resep dokter, memang harus dilakukan rehab. Tapi dalam UU Psikotropika, tidak diatur (rehabilitasi) untuk pengguna penyalahgunaan," terang Vivick.

Menurut Vivick, Tora mengaku terakhir menelan dumolid dua hari lalu sebanyak satu butir atau setara 5 miligram sewaktu malam sebelum tidur. Menurut psikater dr. Iman, dosis dumolid untuk terapi biasanya memang hanya 5-10 miligram per hari. Namun yang menjadi masalah, Tora mengonsumsi secara ilegal tanpa resep dokter.

"Dumolid itu isinya nitrazepam, dia salah satu golongan benzodiazepin yang hipnotik sedatif yaitu obat tidur yang menenangkan. Jadi memang obat yang biasa Kami gunakan sesama rekan psikiater," ujar dr. Iman dalam Metro Pagi Primetime, Jumat 4 Agustus 2017.

Tora dan Mieke ditangkap oleh petugas di rumah mereka di Kompleks Bali View, Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis pagi 3 Agustus 2017. Polisi menyita 30 butir obat Dumolid yang mengandung unsur benzodiazepin atau nitrazepam.

Tora kini resmi ditahan di Polres Jaksel dan akan diproses secara hukum. Dia dijerat dengan Undang-undang Psikotropika Nomor 5 Tahun 1997 pasal 62 terkait kepemilikan psikotropika tanpa ijin. Ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.




(ELG)