Opera Kecoa dari Teater Koma Kembali Dipentaskan

Elang Riki Yanuar    •    04 November 2016 12:33 WIB
pementasan teaterteater koma
Opera Kecoa dari Teater Koma Kembali Dipentaskan
Pelakon dan tim pendukung Opera Kecoa (Foto: dok. imagedynamic)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah sukses menggelar pertunjukkan Semar Gugat pada bulan Maret lalu, Teater Koma akan mempersembahkan lakon berjudul "Opera Kecoa." Pagelaran yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki mulai 10 hingga 20 November 2016.

"Teater Koma adalah salah satu teater yang masih aktif menghasilkan karya-karya seni pertunjukan hingga saat ini. Dengan kemampuan dalam mengemas seni pertunjukan yang ditampilkan di atas panggung, Teater Koma selalu menghadirkan sajian yang menarik dan menghibur. Konsistensi yang dihasilkan telah menginspirasi para seniman muda Indonesia untuk senantiasa berkarya dan berkreasi. Kami akan senantiasa mendukung dan memberikan apresiasi sebagai upaya melestarikan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni pertunjukan Indonesia," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam keterangan tertulisnya..

Opera Kecoa berkisah tentang orang-orang kecil yang menghadapi kenyataan keras. Perjuangan seorang bandit kelas teri, Roima, yang sedang berada di persimpangan jalan. Dia tertarik kepada Tuminah, seorang Pekerja Seks Komersial, meski sudah punya pacar, Julini si waria.

Ketiga orang ini dan tokoh-tokoh lainnya melakoni perjuangan hidup yang hanya punya dua risiko: jadi ada atau tersingkir. Nasib baik jarang memihak mereka. Tempat mereka seperti sudah digariskan: gorong-gorong, di dalam got, di kolong jembatan, di kawasan kumuh yang jorok, yang gelap dan berbau busuk.

"Pertunjukan sarat makna ini, kami tampilkan dalam bentuk nyanyian dan gerak khas Teater Koma. Setelah 31 tahun semenjak pentas pertama, ternyata lakon ini masih bisa menjadi potret keadaan masa kini. Semoga penonton dapat mengambil pesan moral yang berusaha kami sampaikan dalam lakon ini," tutur Nano Riantiarno, penulis naskah dan sutradara Teater Koma.



Lakon karya N. Riantiarno ini pertama kali dipentaskan Teater Koma pada tahun 1985, 31 tahun lalu di Graha Bhakti Budaya. Pada tahun 1990, lakon ini dilarang pentas di Gedung Kesenian Jakarta dan tidak diberi izin pentas keliling ke Jepang. Kemudian di tahun 1992, dipentaskan dengan judul “Cockroach Opera” oleh Belvoir Theatre di Sydney, Australia.

Akhirnya, lakon ini dipentaskan lagi di Gedung Kesenian Jakarta pada tahun 2003. Kini, di tahun 2016, Teater Koma memanggungkan lagi lakon ini di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, tempat lakon ini pertama kali dipentaskan.

Pementasan Opera Kecoa tahun 2016 ini didukung oleh Ratna Riantiarno, Budi Ros, Rita Matu Mona, Dorias Pribadi, Alex Fatahillah, Daisy Lantang, Sri Yatun, Ratna Ully, Raheli Dharmawan, Julius Buyung, Ina Kaka, Ledi Yoga, Dodi Gustaman, Sir Ilham Jambak, Bangkit Sanjaya, Rangga Riantiarno, Adri Prasetyo, Tuti Hartati, Bayu Dharmawan Saleh, Didi Hasyim dan Joind Bayuwinanda.



Lirik-lirik gubahan N. Riantiarno akan diiringi oleh komposisi musik almarhum Harry Roesli dengan aransemen garapan Fero Aldiansya Stefanus, tata gerak garapan Ratna Ully serta bimbingan vokal Naomi Lumban Gaol. Penataan busana oleh Alex Fatahillah, tata artistik dan tata cahaya panggung digarap oleh Taufan S. Chandranegara, didukung oleh Pimpinan Panggung Sari Madjid, pengarah tehnik Tinton Prianggoro serta Pimpinan Produksi Ratna Riantiarno, di bawah arahan Co-Sutradara Ohan Adiputra dan Sutradara N. Riantiarno.

Opera Kecoa, produksi ke-146 Teater Koma, akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, setiap hari selama 11 hari, mulai dari 10-20 November 2016, pukul 19.30 WIB, kecuali hari Minggu, pukul 13.30 WIB.


(ELG)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA