Seniman Badut

Pelangi Karismakristi    •    26 Oktober 2016 19:03 WIB
galeriindonesiakaya
Seniman Badut
Program IDEnesia mengulas tentang Badut Mupri dan Dan Robert (Foto:Dok.MetroTV)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berbadan gendut, baju warna-warni, berhidung merah, dan make up tebal. Ciri tersebut melekat pada karakter badut.

Tugasnya sebagai penghibur beragam kalangan, terutama anak-anak, dengan berbagai karakter dan tingkah yang lucu. Beragam mimik pun diperankan demi mengundang gelak tawa penonton. Mulai dari ekspresi sedih, konyol, senang, tertawa, menangis, bahkan mengejek.

Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Contoh, komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton yang mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Lalu mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalanan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.

Sementara di Indonesia, dunia perbadutan dimulai pada 1975, yang dipelopori oleh Mupri atau kini lebih dikenal dengan sebutan Badut Pak Mupri. Ide awal membuat karakter badut ini diakuinya, sejak tahun 1969 yang terinspirasi Pekan Raya Jakarta (PRJ). Enam tahun kemudian, ide tentang badut itu baru ah terealisasi.

"Waktu itu zamannya (Gubernur DKI Jakarta) Pak Ali Sadikin, ada PRJ dan saya baru lihat pertama kalinya kalau di Jakarta ada pasar malam. Dalam benak saya berpikir, saya harus membuat sesuatu yang bisa mendatangkan uang. Lalu mulailah awalnya saya membuat topeng," jelas Mupri, di Galeri Indonesia Kaya, Lantai 8 West Mall Grand Indonesia, Jakarta.

Menjadi seorang badut dan akhirnya memiliki sanggar badut pertama di Indonesia bukan sekadar untuk menghibur dan mengais rezeki. Lebih dari itu, Mupri tak pelit membagikan ilmu kepada siapa saja yang ingin belajar tanpa dipungut biaya. Mulai dari make up, kostum, membuat topeng dan peralatan pendukungnya, serta teknik public speaking atau cara berbicara yang baik.

"Dengan itu, saya bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk anak-anak yang putus sekolah, anak yatim piatu, pengangguran, dan anak terlantar. Saya bilang, yuk kalau mau jadi badut, saya berikan ilmu. Gratis," ucap pria yang kental dialek Jawa.

Saat ini, Sanggar Badut Pak Mupri memiliki 1.001 macam karakter, mulai dari badut, fantasi, binatang, dan lainnya. Pak Mupri dan tim siap menghibur dan  memeriahkan berbagai acara dan bisa diundang ke seantero negeri.

Sebagai seorang badut dan pemilik sanggar yang telah berkiprah lebih dari 40 tahun dan berpengalaman menghibur ke pelosok Tanah Air, ia menyayangkan seni badut belum diperhatikan oleh pemerintah. Ia mencontohkan, kerap kesulitan biaya untuk memenuhi pesanan membuat berbagai macam kostum karakter. Akhirnya, lanjut Mupri, dia memutuskan mencari pinjaman uang di bank. Namun untuk meminjam uang di bank, tidak mudah.

"Susahnya setengah mati, kita dipersulit. Padahal kita itu ingin menampung, mendidik anak-anak yang putus sekolah gratis dan mengajak mereka belajar di rumah saya. Kami sering sekali diajak bakti sosial ke mana-mana, menghibur pasca bencana kebakaran, longsor, gempa bumi, dan sebagainya. Kalau kami ke sana, siapa yang ngasih dana (itu juga alasan pinjam uang di bank)," kata Mupri.

Sama halnya dengan  seniman badut Red Nose Foundation Dan Roberts. Dia mengatakan bahwa Red Nose berfungsi untuk melindungi dan membantu anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan dengan cara mengajarkan seni. Salah satunya, melalui sirkus.

"Kami mengajarkan banyak pembelajaran seperti percaya diri atau kerja keras dan kerja bareng, akting, cara pentas di depan orang, dan masih banyak lagi. Setelah itu kita mulai mendekati mereka degan pembelajaran lain, seperti menambah pembelajaran IPA, matematika, Bahasa Inggris dan sebagainya, supaya pendidikan mereka terus berkembang," jelas Dan.

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Simak perbincangan Yovie Widianto bersama Badut Mupri dan Dan Robert dalam IDEnesia, hanya di Metro TV pada Kamis (12/10/2016), pukul 22.30 WIB.

Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA