Mantan Vokalis Edane Ecky Lamoh Bebas dari Jeratan UU ITE

Elang Riki Yanuar    •    06 Februari 2019 19:52 WIB
undang-undang iteEcky Lamoh
Mantan Vokalis Edane Ecky Lamoh Bebas dari Jeratan UU ITE
Ecky Lamoh (berbatik cokelat) di PN Bantul (Foto: LBH Yogyakarta)

Jakarta: Perjalanan panjang kasus yang pencemaran nama baik yang menjerat musisi Ecky Lamoh berakhir menggembirakan. Mantan vokalis band Edane itu dinyata tidak bersalah dalam sidang vonis yang berlangsung hari ini.

Kabar dibebaskannya Ecky dikabarkan oleh LBH Yogyakarta yang selama ini mendampingi Ecky menjalani proses hukum. Tim LBH Yogyakarta tampak foto bersama Ecky di depan Pengadilan Negeri Bantul.

"Beberapa menit lalu majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul menyatakan, unggahan status Facebook Ecky Lamoh tidak mengandung unsur penghinaan. Ia bebas dari dakwaan pasal 27 ayat 3 UU ITE, pasal karet yang kerap membelenggu kebebasan berekspresi warga," bunyi keterangan foto LBH Yogyakarta, Rabu (6/2/2019).

Dibebaskannya Ecky Lamoh dari dakwaan disambut gembira oleh Damar Juniarto, pegiat media sosial dari SAFEnet (Southeast Asia Freedom of Expression Network). Damar bersama SAFEnet, Paguyuban Korban UU ITE dan pegiat media sosial lainnya aktif menyuarakan pembebasan Ecky dari pasal karet UU ITE tersebut.

"Breaking News! Ecky Lamoh salah satu anggota @pakuite yang terjerat UU ITE hari ini dinyatakan BEBAS dari tuntutan 4 bulan penjara atas pencemaran nama baik. Puji Tuhan! Selamat dan terima kasih atas dampingan hukum @LBHYogya," tulis Damar.

"Terima kasih juga ada dukungan kampanye @safenetvoice dan amicus curiae dari @lbhpersjakarta sehingga kasus Ecky Lamoh bisa dimenangkan dengan BEBAS MURNI," lanjutnya.
 

Ecky Lamoh, Mantan Vokalis Edane Disidang Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik
 

Kasus yang menjerat Ecky berawal dari unggahan status di akun Facebook miliknya yang mengeluhkan lambatnya penanganan polisi atas laporan yang dia buat pada 2013. Saat itu, tepatnya 4 Oktober 2013, Ecky melaporkan HS, DC, dan AI dengan dugaan penipuan dan penggelapan disertai dengan ancaman.

Hingga dua tahun berselang, Ecky merasa kasusnya berjalan mandeg. Dia lalu mencurahkan keluh kesahnya di Facebook. Rupanya, unggahan ini membuat HS (orang yang dilaporkan Ecky) tidak suka. Dia lalu melaporkan Ecky ke polisi pada Oktober 2017.  

Laporan HS ternyata berjalan cepat dengan ditetapkannya Ecky sebagai tersangka pada 12 Oktober 2017. Merasa mendapat perlakuan tidak adil, Ecky mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. LBH Yogyakarta akhirnya mendampingi Ecky selama menjalani pemeriksaan di kantor polisi dan persidangan sejak Juni 2018.




(ELG)