KPI Sesalkan Masih Banyak Celaan dan Makian di Acara TV Selama Ramadan

Elang Riki Yanuar    •    16 Juni 2017 16:14 WIB
acara televisikpi
KPI Sesalkan Masih Banyak Celaan dan Makian di Acara TV Selama Ramadan
Komisioner KPI Pusat, Dewi Setyarini (foto: dok. kpi.go.id)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyesalkan masih banyak acara televisi yang menampilkan celaan dan makian selama Ramadan. Bahkan, tak jarang acara televisi itu mengandung muatan kekerasan.

"Hal tersebut tentunya mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan," kata Komisioner KPI Pusat, Dewi Setyarini dalam keterangan tertulisnya.

Padahal, kata Dewi, tayangan selama bulan Ramadan harus mencerminkan semangat bulan Ramadan yang penuh kesederhanaan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Bukan tayangan yang melanggar norma kesopanan dan kesusilaan, serta merendahkan derajat manusia.

Dalam pemantauan yang dilaksanakan selama 15 hari Ramadan, KPI mengapresiasi insiatif pengelola televisi yang membuat program-program khusus Ramadhan yang bertujuan meningkatkan iman.

"Namun demikian, KPI menemukan adanya potensi pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) dalam konten siaran Ramadan pada periode 15 hari tersebut," katanya.

Secara umum, pelanggaran yang dilakukan adalah pada pasal 9 Standar Program Siaran (SPS) KPI tentang penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan, pasal 15 tentang perlindungan anak dan remaja, serta pasal 17 tentang perlindungan kepada orang dan masyarakat tertentu.

"Selain tiga pasal tadi, KPI juga melihat adanya pelanggaran atas penggolongan program siaran dengan klasifikasi remaja,” ujar Dewi.

KPI akan menyampaikan secara detil program siaran apa saja yang berpotensi melakukan pelanggaran atas P3 & SPS kepada publik, pada Jumat 16 Juni 2017, di kantor KPI. Hasil evaluasi itu akan disampaikan kepada pengelola lembaga penyiaran agar dalam sisa waktu di bulan suci ini, dapat segera dilakukan perbaikan.

"KPI berharap, program Ramadan yang hadir di layar kaca, selain dapat meningkatkan iman dan taqwa, juga mampu mengokohkan jati diri bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya.

 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA