Channel Youtube

Pelangi Karismakristi    •    14 September 2016 19:30 WIB
galeriindonesiakaya
Channel Youtube
Dok. Metro TV

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernahkah Anda sesekali menikmati video kreatif karya anak muda di chanel youtube? Ya, konten yang disuguhkan memang cukup menghibur dan tentu saja memberikan nilai positif. 

Banyak contohnya, kini anak muda ramai-ramai membuat video untuk diunggah di channel youtube dan platform serupa. Misalnya saja, dari mulai tutorial fashion & kecantikan, tutorial memasak, video komedi, cover lagu dan lain sebagainya. Atau ingatkah Anda pada Eka Gustiwana si raja speech composing, yang mulai dikenal dengan meledaknya video Ari Wiguna yang kala itu sedang marah.

Video tersebut menjadi viral, hingga akhirnya Eka Gustiwana dikenal banyak orang. Tak berhenti sampai di situ saja, Eka terus bereksperimen membuat video speech composing beberapa artis, seperti Syahrini, Jeremy Tety dan bahkan Presiden Joko Widodo.

Awalnya, Eka mengaku tak sengaja ketika pertama kali membuat karya speech composing ini. Dari awal dirinya memang sudah ingin membuat karya di youtube, namun ia mengatakan saat memperkenalkan karyanya harus dengan cara yang berbeda, agar dilirik pemirsa.

"Berawal dari iseng. Cuma karena saya pikir, saya bisa musik, semua orang bisa musik, banyak orang bisa musik. Akhirnya saya bereksperimen dengan speech composing dan upload Ari Wiguna. Di situ orang heboh, karena melihat orang yang tidak bisa bernyanyi tapi tiba-tiba bisa bersaing bernyanyi. Jadi mungkin menurut orang Indonesia itu baru, maka akhirnya lebih bisa mudah dikenal," papar Eka Gustiwana di Galeri Indonesia Kaya, Lantai 8 West Mall Grand Indonesia.

Eka mengaku memang menawarkan sebuah karya yang unik, namun dia mengaku tak ingin berhenti sampai di situ saja. Ia ingin karyanya bisa memberikan dampak positif dan tentunya lebih bermakna, sebab sebagai contet creator, dirinya merasa memiliki sebuah tanggung jawab untuk bisa menghadirkan karya yang baik.

"Sebagai content creator, kita harus bikin karya yang bisa membawa optimisme, bukan dengan bahasa-bahasa yang kasar. Saya sampaikan itu lewat video speech composing, begitu juga dengan tayangan-tayangan anak Indonesia yang sudah berkurang. Itu saya sampaikan lewat sebuah musikal di youtube. Bukan hanya tanggung jawab contet creator saja  sih, tapi juga tanggung jawab teman-teman untuk memilih," tukas dia.

Selain Eka, ada Andy Gracia dan Viktor Samuel yang juga berkarya dalam sebuah video blog (vlog) dan fokus pada makanan Indonesia di pinggiran jalan. Misi mereka adalah ingin lebih memperkenalkan makanan Indonesia yang ada di pinggir-pinggiran jalan dan tentu saja rasanya tidak jaug berbeda dengan makanan di restoran.

"Jadi sekarang banyak banget food blog atau food reviewers selalu mereview makanan restoran. Padahal lebih banyak makanan Indonesia di pinggiran yang lebih jauh enak dan banyak banget ragamnya. Kita mau bikin itu, tapi kemasannya kita bikin semahal makanan restoran," ungkap Andy.

Dengan karya vlognya ini, Andy mengajak pemirsanya untuk juga menikmati makanan di pinggir jalan. Sebab kini banyak anak muda yang lebih memilih untuk makan dan nongkrong di cafe maupun restoran.

"Kita mau ngasoh tahu buat yang masih muda, ya udah jajan aja di pinggiran itu banyak banget yang enak-enak. Jangan lupa sama makanan-makanan Indonesia yang unik-unik juga sebenarnya. Nah kita punya gimmic Stay Hungry, biar yang nonton tetap lapar dan bisa nonton karya kita lagi," ucap Viktor.

Sementara itu, produser video Dennis Adhiswara menuturkan bahwa membuat video seperti yang dilakukan ketiga anak muda tadi bisa memberi peluang, salah satunya bisa menjadi penghasilan tambahan. Misalnya saja dari sponsor atau beragam marchandise.

"Kalau Eka misalnya sebagai musisi dia bikin konser atau pertunjukan dan bahkan hasil speech composing itu pernah dijual juga dalam bentuk RBT," kata Dennis.

Ke depan, Dennis berharap lahan ini bisa semakin berkembang dan bervariasi. Lebih bagus lagi, jika content creator ini bisa mengetengahkan nilai-nilai kearifan lokal dalam karyanya. 

"Seperti teman-teman dari Makassar mereka membuat video komedi pakai bahasa Makassar, tentang mahalnya uang mahar di sana, itu laris sekali. Atau ada teman di youtubers Singkawang yang bikin film silat denngan bahasa lokalnya. Kita butuh konten seperti itu (mengandung kearifan lokal), ingat kita itu jangan sampai Bhineka Tunggal Ika berhenti pada slogan saja, please tunjukin deh pakai karya kalian," pungkas pria pemeran Mamet dalam film AADC ini. 

Bagaimana, apa Anda juga tertarik ingin menjadi youtubers seperti mereka? Mau tahu kelanjutan ceritanya? Simak perbincangan Yovie Widianto dengan Dennis Adhiswara, Eka Gustiwana, Andy Gracia dan Victor Samuel dalam IDEnesia di Metro TV pada Kamis(15/9/2016) pukul 22.30 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)