Hari Lahir Pancasila

Cara Jonathan Frizzy Tanamkan Nilai Pancasila kepada Anak

Cecylia Rura    •    01 Juni 2018 21:22 WIB
selebritasseleb bicara politikhari lahir pancasila
Cara Jonathan Frizzy Tanamkan Nilai Pancasila kepada Anak
Jonathan Frizzy dalam diskusi Kita dan Pancasila di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat 1 Juni 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Pancasila yang lahir sejak 1945. Memperingati lahirnya lambang serta ideologi negara ini, aktor Jonathan Frizzy mengungkapkan pendapatnya.

"Melalui Pancasila bangsa Indonesia diajarkan untuk saling menghargai. Sayangnya masih ada saja oknum-oknum yang mencoba untuk menggoyang Pancasila," ungkap aktor yang kerap disapa Ijong di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat 1 Juni 2018.

Aktor yang kerap disapa Ijong ini mencontohkan, bagaimana ia bersikap terhadap teman beragama Muslim setelah kejadian terorisme yang terjadi di Surabaya awal bulan lalu.

"Seperti kemarin kita dihadapkan pada aksi terorisme dan radikalisme, tapi kita enggak goyang, itu karena kita punya Pancasila. Jadi, kan banyak banget agama Islam yang membela gereja atas aksi terorisme itu. Itu buat aku menjadi respect, aku langsung posting kalau teman saya banyak yang Muslim. Namun Muslim yang aku kenal enggak begitu. Itu dia Pancasila, menurut saya kembali lagi," imbuhnya.

"Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia. Melalui Pancasila kita bisa lebih menghargai. Dari kelima unsur Pancasila yang belum sempurna itu Ketuhanan yang Maha Esa. Karena yang sekarang lagi kelihatan banget dan transparan banget itu orang-orang yang merusak agama, mengadu domba antar agama. Aku benci banget sama yang kayak gitu, terlebih terorisme," tambahnya.

Pria 36 tahun ini ikut menanamkan nilai-nilai pancasila kepada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengajarkan mereka menghargai dan menyayangi satu sama lain.

"Gampang banget menamamkan nilai-nilai Pancasila ke anak-anak. Pancasila itu mencakup kehidupan sehari-hari kok. Misalnya dulu anak-anak aku enggak tahu, mereka berebut mainan, ya sudah aku terapin saja kalau kita harus saling menghargai, berani memberi, jangan egois. Jadi di kehidupan sehari-hari aku terapkan kok sama anak-anak. Bagaimana cara takut sama Tuhan, terus bagaimana menyayangi satu sama lain, hormat kepada orangtua, menghargai teman-teman mereka," pungkas Ijong.


 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

2 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA